**Borneonews - Hamilton, Kanada**, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan kecaman terhadap pernyataan yang disampaikan oleh kepala otoritas keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, mengenai rencana pembangunan sinagoge di dalam kawasan Masjid Al-Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur. PBB menilai bahwa pernyataan tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat merugikan.
Kepala Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan dalam konferensi pers bahwa pernyataan sejenis menjadi sangat kontraproduktif dan dapat berisiko meningkatkan ketegangan dalam situasi yang saat ini sudah tegang. Dujarric menyoroti pentingnya menjaga sensitivitas seputar status tempat-tempat suci di Yerusalem. Ia menyatakan bahwa terdapat status quo yang telah disepakati oleh semua pihak dan perlu dihormati untuk menghindari eskalasi ketegangan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Dujarric mendesak semua pihak untuk mematuhi perjanjian yang ada, baik dalam tindakan maupun dalam pernyataan publik. Hal ini dianggap krusial untuk memastikan situasi tidak semakin memburuk.
Dalam pernyataannya, Ben-Gvir menegaskan hak umat Yahudi untuk berdoa di Masjid Al-Aqsa dan menyatakan niatnya untuk membangun sinagoge di lokasi yang diperdebatkan tersebut. Ini merupakan pernyataan terbuka pertama dari seorang kepala otoritas keamanan Israel yang membahas masalah pembangunan sinagoge di dalam Masjid Al-Aqsa. Hal ini sesuai dengan sikap Ben-Gvir dalam beberapa bulan terakhir yang menekankan pentingnya membekali umat Yahudi untuk melaksanakan ibadah di lokasi tersebut.
Seruan yang disampaikan oleh Ben-Gvir muncul di tengah berlangsungnya serangan yang berulang kali dilakukan oleh pemukim ilegal Israel yang mendapat perlindungan dari aparat kepolisian Israel ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.
Masjid Al-Aqsa sendiri dianggap sebagai salah satu situs paling suci dalam agama Islam. Sementara itu, umat Yahudi merujuk area tersebut sebagai Bukit Bait Suci (*Temple Mount*), karena mereka meyakini lokasi tersebut merupakan tempat berdiri dua kuil Yahudi kuno.
Terkait dengan pernyataan seorang pejabat senior PBB mengenai penghentian operasi bantuan PBB di Gaza pasca perintah evakuasi terbaru yang dikeluarkan oleh Israel di Deir al-Balah, Dujarric menegaskan bahwa Badan Bantuan untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) masih dapat melanjutkan operasinya. Hal ini karena UNRWA tetap bersinergi dengan masyarakat lokal.
Dujarric menambahkan, "Apa yang ingin disampaikan oleh pejabat senior PBB adalah bahwa para staf PBB dan staf kemanusiaan terus bergerak dan berupaya untuk menjangkau berbagai lokasi yang ada di Gaza."
ANTARA
PBB Kecam Rencana Pembangunan Sinagoge di Al-Aqsa, Perburuk Ketegangan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
Komentar (0)
Memuat komentar…







