YOGYAKARTA –
**Borneonews - Yogyakarta**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak oleh gempa bumi dengan kekuatan 5,8 magnitudo yang terjadi pada malam hari, tanggal 26 Agustus. Gempa tersebut memberikan dampak yang signifikan, terutama pada beberapa daerah di provinsi ini. Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan bahwa saat ini timnya tengah melakukan distribusi bantuan logistik kepada keluarga yang terdampak di Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul. Bantuan tersebut mencakup paket permakanan, terpal, dan selimut, yang ditujukan bagi 43 Kepala Keluarga (KK) di Gunungkidul, tujuh KK di Bantul, serta dua KK di Kulon Progo. Menurut Noviar, semua kepala keluarga yang menerima bantuan mengalami dampak kerusakan pada bangunan rumah mereka, dengan kategori kerusakan yang relatif ringan. "Rata-rata merupakan kerusakan bangunan. Banyak rumah yang mengalami retakan," tuturnya. Selain kerusakan pada rumah tinggal, BPBD juga mencatat adanya satu bangunan fasilitas pendidikan di Bantul yang mengalami kerusakan ringan, serta satu bangunan pasar di Prambanan, Sleman, yang juga rusak ringan. Noviar menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka akibat gempa tersebut yang dilaporkan di DIY. Tim dari BPBD DIY terus melakukan pendataan terkait kerusakan akibat gempa. Noviar menyatakan bahwa jumlah kerusakan mungkin bisa bertambah seiring dengan proses pencarian data yang dilakukan oleh tim di lapangan. “Kami masih melakukan pendataan secara detail untuk mengetahui lebih lanjut tentang dampak gempa terjadi kemarin malam,” ucapnya. Data kerusakan yang berhasil dikumpulkan nantinya akan digunakan sebagai acuan oleh pemerintah kabupaten untuk memberikan bantuan perbaikan bangunan. "Kebijakan lebih lanjut akan disesuaikan situasi oleh masing-masing pemerintah kabupaten," tambahnya. Di tengah kondisi ini, Noviar mengimbau kepada seluruh warga DIY untuk tetap tenang dan tidak panik, meskipun mereka tetap harus waspada terhadap potensi bencana lainnya, seperti gempa susulan atau tsunami. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi terkini mengenai bencana dari instansi yang berwenang. "Warga diharapkan tetap waspada dan siaga terhadap bencana yang mungkin terjadi sewaktu-waktu," tutupnya. ANTARA