PALANGKARAYA –
**Borneonews - Gunung Mas**, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang terletak di Kalimantan Tengah, telah mengambil langkah proaktif dengan mendirikan dapur umum untuk menjamin ketersediaan pangan bagi sekitar 800 Kepala Keluarga yang menjadi korban bencana banjir di wilayah tersebut. Penjabat Bupati Gunung Mas, Herson B Aden, menyatakan bahwa dapur umum ini didirikan di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun. Dia menegaskan, bahwa adalah tanggung jawab pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terimbas bencana alam ini. Dalam upaya membantu para korban, paket makanan nasi bungkus juga disalurkan kepada warga di Kelurahan Tewah yang terkena dampak banjir. Pj Bupati Gunmas bahkan terlibat langsung dalam proses pembagian nasi bungkus kepada masyarakat setempat. Banjir yang melanda Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, terjadi pada hari Jumat, 23 Agustus. Sehari setelah kejadian, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama berbagai pihak terkait dengan cepat bergerak membantu masyarakat di daerah tersebut. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunmas, Dinas Sosial, serta Pemerintah Kecamatan Tewah, Pemerintah Kelurahan Tewah, dan TNI/Polri, segera mendirikan dapur umum di Kelurahan Tewah untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Banjir mulai meluas ke Kecamatan Kurun pada hari Sabtu, 24 Agustus. Pemkab Gunmas pun kembali bergerak cepat melalui BPBD dan pihak terkait untuk mendirikan dapur umum guna memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi. Kepala Pelaksana BPBD Gunmas, Champili, mengestimasi sekitar 800 Kepala Keluarga yang tersebar di seluruh Rukun Tetangga di Kelurahan Tewah mengalami dampak akibat banjir. Dia menjelaskan, meskipun banjir di Kecamatan Tewah mulai surut, namun banjir telah menyebar ke Kecamatan Kurun, dan diperkirakan akan meluas ke kecamatan lainnya yang berada di hilir, seperti Mihing Raya dan Sepang. Champili juga memberikan peringatan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat bantaran Sungai Kahayan, untuk tetap waspada dan, jika diperlukan, segera mengungsi ke tempat tinggal sanak keluarga yang terhindar dari banjir. Situasi saat ini masih tidak menentu, terutama mengenai kapan banjir dapat surut, sebab hujan masih terus mengguyur daerah yang dikenal dengan moto *Habangkalan Penyang Karuhei Tatau*. Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan di kawasan rawan banjir dan meningkatkan koordinasi serta kolaborasi dalam upaya penanganan bencana ini. ANTARA