**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada saat berkunjung ke objek wisata Pantai Panjang dan sekitarnya. Peringatan ini dikeluarkan menyusul kejadian di mana beberapa pengunjung terkena sengatan *jellyfish* beracun ketika berada di dekat pantai baru-baru ini.
Kepala DKP Kota Bengkulu, Tarzan Naidi, menegaskan pentingnya kewaspadaan tersebut. Ia menyarankan agar pengunjung berhati-hati agar tidak tersentuh oleh *jellyfish* yang dapat ditemukan di sepanjang bibir Pantai Panjang. Jenis *jellyfish* beracun, yaitu *blue jellyfish* dan *red jellyfish*, telah terlihat di area tersebut.
Tarzan menjelaskan bahwa kedua jenis *jellyfish* ini sangat berbahaya. Ia mengingatkan bahwa *blue jellyfish* atau yang dikenal dengan sebutan *ceker ayam*, memiliki potensi yang lebih fatal dibandingkan dengan *red jellyfish* atau *fire jellyfish*. Sengatan dari *blue jellyfish* dapat menyebabkan pengsan bagi korban yang terkena.
Ia juga menjelaskan bahwa fenomena banyaknya *jellyfish* yang muncul ke permukaan laut disebabkan oleh suhu air laut dalam yang lebih dingin. Dalam upaya bertahan, *jellyfish* tersebut mencari area dengan suhu yang lebih hangat.
Tidak lama setelah peringatan tersebut, diberitakan bahwa delapan orang pengunjung Pantai Panjang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sengatan *jellyfish*. Para korban melaporkan sejumlah gejala seperti sesak napas, rasa gatal, nyeri, mual, dan muntah. Dari delapan orang yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), enam di antaranya harus dirawat inap untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Dengan situasi ini, DKP Kota Bengkulu mengimbau agar semua masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai demi keselamatan diri mereka masing-masing.
ANTARA
Waspada Terhadap Sengatan Ubur-Ubur di Pantai Panjang, Bengkulu
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Komentar (0)
Memuat komentar…







