JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa kualitas air minum di Ibu Kota Nusantara (IKN) tergolong lebih baik dibandingkan dengan air minum dalam kemasan. Menurutnya, air bersih yang tersedia di IKN sudah memenuhi standar keamanan untuk dikonsumsi. "Pengukuran menggunakan *Nephelometric Turbidity Unit* (NTU) menunjukkan hasil yang jauh lebih baik daripada air minum dalam kemasan," jelas Basuki dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, pada hari Selasa. Dia juga menjelaskan bahwa sumber air minum di IKN berasal dari Bendungan Sepaku Semoi. Basuki menjelaskan, "Bendungan ini berfungsi sebagai sumber utama air minum di IKN. Selain itu, kami juga telah membangun delapan *greenhouse* untuk budidaya tomat, sayuran, dan melon." Hasil pertanian dari *greenhouse* tersebut direncanakan akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi dan hotel yang terletak di IKN. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mendukung keberlanjutan serta kemandirian pangan di kawasan baru tersebut. Sebagai tambahan informasi, Kementerian PUPR melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN) melaporkan bahwa hasil uji dari Sucofindo menunjukkan air bersih di Nusantara, Kalimantan Timur, telah terjamin keamanannya untuk dikonsumsi. Suplai air bersih yang telah disiapkan di kawasan IKN bukan hanya aman, tetapi juga dikelola dengan sistem pengelolaan air minum (*potable water*), sehingga masyarakat dapat mengonsumsi air dari keran dengan aman. Persiapan suplai air di IKN telah dilakukan melalui berbagai tahap uji coba, termasuk pengaliran air dari intake di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ke reservoir di IKN dengan jarak sekitar 15,8 kilometer. Sistem pengolahan air baku yang berasal dari Bendungan Sepaku Semoi dan intake tersebut direncanakan akan mencukupi kebutuhan air di IKN sampai satu dekade ke depan. ANTARA