JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia menekankan pentingnya melakukan penelitian terkait manajemen zakat di Indonesia. Dalam peluncuran Beasiswa Riset Baznas 2024 yang berlangsung di Jakarta, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menyatakan bahwa riset ini berpotensi meningkatkan kapasitas teknologi dan informasi dalam pengelolaan zakat. Saidah menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari penelitian akan memperkuat strategi pengumpulan dana untuk kegiatan kemanusiaan serta pengelolaan zakat di tanah air. Dia juga menyoroti bahwa riset berkontribusi terhadap misi Baznas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Saat ini, tercatat ada sekitar 25,4 juta jiwa penerima zakat atau mustahik di Indonesia, di mana 5,4 juta di antaranya tergolong dalam kategori miskin ekstrem. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penelitian dan kajian dapat berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan mustahik, mencakup aspek kesehatan dan ekonomi. Ini diharapkan dapat menjadi hasil atau output yang nyata dari setiap riset yang dilakukan. Saidah menambahkan bahwa riset juga dapat mendukung intervensi ekonomi bagi mustahik melalui berbagai program peningkatan ekonomi yang diperkenalkan oleh Baznas. Dengan demikian, akan ada transformasi yang memungkinkan mustahik beralih peran menjadi pemberi zakat atau muzaki. Ia menekankan bahwa yang paling krusial adalah menjadikan riset sebagai dasar penguatan kebijakan tata kelola zakat, sehingga pengelolaan zakat bisa berlangsung dengan efisien dan tepat sasaran. "Kami berharap semua kebijakan tata kelola zakat di Indonesia berlandaskan pada riset yang mendalam dan komprehensif, sehingga tidak asal-asalan," tegasnya. Sehubungan dengan hal tersebut, Baznas menjalin kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyediakan beasiswa bagi para peneliti yang fokus pada kajian tata kelola zakat. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan zakat di Indonesia. Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, juga menambahkan bahwa penelitian dalam manajemen zakat merupakan bagian dari tanggung jawabnya selaku pengelola talenta riset nasional. Ia mengungkapkan bahwa BRIN telah melakukan berbagai riset terkait pengelolaan zakat sebelum adanya kolaborasi ini. Oleh karena itu, ia menyambut baik kerjasama yang terjalin antar lembaga. "Generasi muda harus didorong untuk mencapai potensi tertinggi dengan segera, karena masa muda ini adalah waktu yang tepat untuk berkontribusi. Kami meyakini bahwa potensi riset mereka dapat membawa kemajuan bagi bangsa," ujar Laksana Tri Handoko. ANTARA