**Borneonews - Pangkalpinang**, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengambil inisiatif untuk menyalurkan ribuan butir telur ayam ras sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang mengalami masalah stunting. Hal ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk menangani kondisi stunting dengan meningkatkan asupan protein hewani bagi keluarga-keluarga tersebut. Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Asraf Suryadin, bantuan ribuan telur ayam ini merupakan kontribusi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintahan provinsi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa upaya bersama ini dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi angka stunting di daerah tersebut. Asraf Suryadin juga mengungkapkan bahwa respons masyarakat terhadap bantuan telur ayam yang diberikan oleh ASN cukup memuaskan. Banyak dari mereka yang berharap agar program ini dapat dilanjutkan di masa mendatang. "Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik bantuan ini, dan mereka berharap inisiatif ini dapat berlanjut," ungkapnya. Selain itu, ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang yang turut berkontribusi dengan menyalurkan bantuan telur kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting di wilayah mereka. Menurutnya, langkah sederhana ini dapat memiliki dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan balita, terutama bagi bayi yang berusia dua tahun ke bawah. Bantuan telur ayam ini melibatkan serangkaian aksi kolaboratif dari 6.410 orang ASN di lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memberantas stunting di Indonesia, khususnya di daerah Kepulauan Bangka Belitung. "Jika setiap ASN menyumbang satu butir telur, maka total telur yang terkumpul mencapai 6.410 butir, yang kemudian akan dibagikan kepada keluarga yang mengalami dan berisiko stunting,” kata Asraf Suryadin. Melalui inisiatif ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang berjuang melawan stunting, serta memberi kontribusi bagi perbaikan gizi dan kesehatan di masyarakat. ANTARA