JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa kualitas udara di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur berada dalam kondisi yang sangat baik. Menurutnya, *Air Quality Index* atau indeks kualitas udara di IKN menunjukkan angka 6, sementara ambang batas yang ditetapkan adalah 50. Sebagai perbandingan, Jakarta memiliki indeks kualitas udara lebih dari 150, dan Singapura mencapai di atas 50. Kualitas udara memainkan peranan penting dalam menentukan daya tahan tubuh dan kesehatan, terutama bagi anak-anak. Basuki menjelaskan bahwa anak-anak yang tinggal di Jakarta dan Jabodetabek lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Hal ini berbeda dengan situasi di IKN, di mana dengan indeks kualitas udara level 6, kondisi tersebut dinyatakan sangat sehat. Dari informasi yang disampaikan, Lampiran Rencana Induk IKN dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 menegaskan bahwa pengembangan kawasan IKN berlandaskan pada delapan prinsip yang memprioritaskan aspek alam, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam perencanaan, pengembangan IKN dirancang dengan pendekatan berkelanjutan untuk mencapai keseimbangan antara ekologi alam, lingkungan yang dibangun, dan sistem sosial. Prinsip dasar ini juga mengantisipasi risiko yang muncul akibat urbanisasi dan cuaca ekstrem, seperti banjir dan kekurangan air bersih. Oleh karena itu, IKN nantinya akan mengintegrasikan tiga konsep utama dalam pembangunan kota: sebagai kota hutan atau *forest city*, kota spons atau *sponge city*, serta kota cerdas atau *smart city*. Proses pengembangan kawasan di IKN tidak terlepas dari dukungan kota-kota sekitar. Kesuksesan penerapan konsep-konsep tersebut sangat bergantung pada kolaborasi yang baik dengan kota-kota mitra di sekitarnya. Pengembangan IKN diharapkan menciptakan sebuah kota yang canggih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, yang mengelola sumber daya secara efisien serta memberikan layanan yang efektif kepada warganya. Hal ini diupayakan melalui penggunaan yang efisien terhadap sumber daya air dan energi, penanganan limbah yang tepat, pengembangan moda transportasi yang terintegrasi, serta penciptaan lingkungan yang sehat. Sinergi antara lingkungan alami dan buatan juga menjadi salah satu fokus utama dalam membangun IKN yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan lainnya. ANTARA