BORNEONEWS, Palangka Raya - Pekerjaan Jalan Rajawali Kota Palangka Raya belum juga dimulai. Di papan proyek tertera tanggal mulai pekerjaan pada 2 Juni 2016, atau sebulan lalu.
Di ruas jalan sepanjang 2,5 kilometer, dari simpang 4 Jalan Lele sampai Muara Jalan Bapuyu, tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan jalan. Alat berat milik kontraktor pemenang lelang, PT Ganisha Dwi Utama juga tak nampak, Minggu (3/7/2016).
Padahal kondisi jalan yang sebagian rusak sudah lama dikeluhkan warga. "Apalagi simpang muara Jalan Sapan, sudah padat, berdebu lagi," kata Indra, tukang pangkas rambut di Pasar Rajawali.
Coba dihubungi melalui telepon, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dales, belum menjawab. Pesan singkat perihal belum dimulainya pekerjaan itu sampai berita ini diunggah juga belum dibalas.
Peningkatan Jalan Rajawali sepanjang sekitar 2500 meter dan lebar 11 meter menghabiskan dana Rp12,664 miliar. Dana itu bersumber dari APBD Provinsi Kalteng setelah Pemko Palangka Raya angkat tangan.
Adapun waktu pekerjaan 202 hari sampai 20 Desember 2016 nanti. Berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpun, waktu pengerjaan menyesuaikan kondisi untuk mendapatkan kualitas sesuai standar.
Dikhawatirkan dengan pekerjaan yang tak sesuai jangka waktu, hasil pekerjaan tak sesuai standar kualitas. Dampaknya, jalan di wilayah padat penduduk itu menjadi cepat rusak kembali. (RONI SAHALA/m)








