JAKARTA –
**Borneonews - Ternate**, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengambil langkah cepat untuk menangani dampak bencana banjir yang melanda Kelurahan Rua di Kota Ternate, Maluku Utara. Langkah tanggap darurat ini dilakukan sebagai respon terhadap kondisi yang mengkhawatirkan akibat curah hujan yang ekstrem. Dalam situasi ini, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara telah memobilisasi sejumlah alat berat, termasuk tiga unit *excavator* dan empat unit *dump truck*, ke lokasi bencana. Muhammad Adek Rizaldi, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, menyatakan bahwa upaya ini bertujuan untuk mengatasi banjir yang menggenangi area tersebut. Tidak hanya memobilisasi alat berat, BWS Maluku Utara juga melibatkan 30 personel yang tergabung dalam tim reaksi cepat. Para anggota tim ini siap siaga di lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Selain itu, sejumlah *stockpile* bronjong sebagai bahan penanggulangan banjir telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan yang lebih buruk. Bantuan berupa bahan makanan juga disalurkan kepada warga yang terdampak. Untuk langkah rehabilitasi dan rekonstruksi, Kementerian PUPR berencana melakukan pendataan atas kerusakan bangunan dan fasilitas publik. Selain itu, mereka berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, melakukan pembersihan lingkungan, serta mengevaluasi kebijakan program perbaikan yang sudah diterapkan. Kedepannya, Kementerian PUPR juga merencanakan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan sedimen melalui sejumlah *check dam*. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana serupa di masa mendatang. Dalam upaya tanggap darurat ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara ikut berperan dengan mengerahkan satu unit *excavator* dan empat unit *dump truck*. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi para korban, Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Maluku Utara telah menyiapkan empat unit hidran di dua lokasi, yaitu di tempat pengungsian dan area yang terendam banjir. Selain itu, dua unit mobil tanki air juga ditugaskan untuk mendistribusikan pasokan air bersih. Dalam hal perumahan, Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (BP2P) Maluku Utara sedang menyusun rencana pembangunan hunian tetap bagi korban bencana. Saat ini, koordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate berlangsung untuk mencari tempat yang tepat bagi relokasi 32 rumah yang terdampak banjir. Kementerian PUPR juga menjalin kerjasama dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan Basarnas, dalam upaya pencarian korban jiwa yang mungkin terjebak. Banjir yang melanda Kelurahan Rua terjadi pada hari Minggu, 25 Agustus, sekitar pukul 03.00 WIT, disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan yang tercatat mencapai 100 mm per hari. Akibat banjir ini, akses jalan nasional yang menghubungkan daerah tersebut terputus, dan infrastruktur sumber daya air juga mengalami kerusakan. Disebutkan bahwa satu unit pos curah hujan hidrologi tertimbun sedimen dan satu unit jaringan pipa air baku mengalami kerusakan. Saat ini, Kementerian PUPR sedang berusaha untuk membuka kembali akses jalan nasional dan membersihkan *debris* yang ada. ANTARA