JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, dengan tegas menanggapi isu yang beredar mengenai keretakan hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak berdasar sama sekali dan menyoroti bahwa hubungan antara kedua tokoh tersebut tetap harmonis. Hasan menyatakan, "Tidak benar sama sekali. Pak Prabowo sebagai presiden terpilih bersama Pak Jokowi yang masih menjabat saat ini memiliki hubungan yang sangat baik dan mesra." Pernyataan ini disampaikan di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Selasa. Ia menilai bahwa rumor mengenai ketegangan di antara mereka hanyalah bagian dari dinamika dalam berpolitik, sesuatu yang umum terjadi dalam sistem *demokrasi*. "Kalau terdapat isu di luar, itu mungkin bagian dari bunga-bunga demokrasi. Terkadang, jika tidak ada isu yang berkembang, suasana politik kita tidak akan terasa hangat," katanya. Hasan menambahkan bahwa tidak ada masalah sama sekali antara Presiden Jokowi dan Prabowo. Lebih lanjut, Hasan memastikan bahwa dukungan dari koalisi partai politik yang mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin tetap solid. Ia menyatakan, "Sampai saat ini, pemerintahan berjalan dengan baik, dukungan mengalir dengan solid. Bahkan, partai-partai yang sebelumnya memiliki pilihan politik yang berbeda tetap bertahan dan ada menteri-menteri mereka yang masih berada dalam kabinet." Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Juri Ardiantoro juga menyatakan pendapat senada. Ia mengungkapkan bahwa isu keretakan hubungan antara Jokowi dan Prabowo merupakan sebuah upaya untuk mengadu domba yang dirancang untuk mengganggu kelangsungan pemerintahan. Dalam penjelasannya di Jakarta pada hari Senin, Juri mencatat bahwa spekulasi seperti itu hanya akan menciptakan ketidakstabilan dan mengalihkan perhatian dari agenda pemerintah yang sedang diupayakan. Juri menambahkan bahwa upaya adu domba ini dibangun melalui rangkaian informasi, peristiwa, dan kejadian terbaru, yang kemudian disimpulkan dengan keyakinan bahwa telah terjadi keretakan di antara mereka. ANTARA