KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Tim Pengabdian Masyarakat  Universitas Darwan Ali melaksanakan serangkaian pelatihan dan pendampingan bagi Kelompok Wanita Nelayan (KWN) "Mandiri" di Desa Sungai Undang, Kabupaten Seruyan.

Program ini didukung oleh hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (RISTEKDIKTI) melalui skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan istri para nelayan di Desa Sungai Undang melalui peningkatan standar kualitas dan optimalisasi pemasaran digital produk terasi udang yang mereka produksi.

Desa Sungai Undang sendiri dikenal  sebagai salah satu sentra produksi hasil perikanan di Kabupaten Seruyan, memiliki potensi besar dalam pengolahan hasil laut, khususnya terasi udang.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Rokhman Permadi menjelaskan program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

--page

"Pelatihan yang kami berikan mencakup teknik pengolahan terasi yang higienis, desain kemasan yang menarik, hingga strategi pemasaran digital. Kami percaya, dengan kemampuan ini, KWN Mandiri dapat meningkatkan nilai produk mereka dan memperluas jangkauan pasarnya," ujar Rokhman, Selasa, 27 Agustus 2024.

Kegiatan pelatihan meliputi pembuatan akun media sosial dan e-commerce, pelatihan desain grafis untuk kemasan, hingga pengenalan aplikasi akuntansi berbasis android.

Mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga memberikan pendampingan langsung kepada para anggota KWN, sehingga mereka mendapatkan pengalaman praktis di lapangan.

Sari Hayati, anggota tim pengabdian, menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pemasaran produk terasi udang sangat penting untuk meningkatkan daya saing.

"Dalam era digital ini, kemampuan memanfaatkan platform online seperti Instagram, Facebook, dan marketplace seperti Tokopedia dan Shopee sangat krusial. Kami memberikan pelatihan intensif kepada anggota KWN agar mereka dapat mandiri dalam mengelola dan memasarkan produk mereka," jelasnya.

Selain fokus pada pemasaran, peningkatan standar kualitas produk juga menjadi prioritas. KWN "Mandiri" diajarkan pentingnya kebersihan dan standarisasi dalam produksi terasi.

Dengan dukungan alat produksi sederhana, seperti mesin penggiling dan alat cetak terasi, diharapkan kualitas dan kuantitas produksi meningkat secara signifikan.

Lili Winarti, S.P., M.P., yang bertanggung jawab atas aspek produksi, menyatakan bahwa penerapan teknologi dan peningkatan standar kualitas adalah kunci utama untuk bersaing di pasar yang semakin ketat.

"Kami berharap produk terasi udang dari KWN Mandiri dapat diminati di pasar lokal hingga nasional," ungkap Lili.

Ketua KWN Mandiri menyampaikan bahwa pendampingan ini sangat membantu, terutama dalam meningkatkan taraf hidup para wanita nelayan. Ia optimis bahwa KWN Mandiri akan berkembang menjadi unit usaha yang mandiri dan memberikan kontribusi besar bagi desa.

Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari peningkatan keterampilan anggota KWN Mandiri, tetapi juga dari dampak langsung pada masyarakat.

--page

Dengan pemasaran digital yang optimal dan peningkatan standar kualitas produk, diharapkan pendapatan penjualan terasi udang akan meningkat, memberikan dampak positif pada kesejahteraan keluarga nelayan di Desa Sungai Undang.

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Darwan Ali berkomitmen untuk terus memantau perkembangan KWN Mandiri, memastikan keberlanjutan program ini sebagai model pemberdayaan ekonomi di wilayah lain.

Tidak hanya itu pada program ini, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Darwan Ali juga memberikan bantuan Rumah Jemur Udang, agar produk yang dihasilkan lebih higienis. (FAHRUL/R)