JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Pusat**, Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama PT Mass Rapid Transit (MRT) tengah membahas rencana serta potensi dampak yang ditimbulkan dari pembangunan jalur MRT Fase 2. Diskusi ini dilaksanakan untuk memastikan keberlangsungan proyek dan mengatasi berbagai persoalan yang mungkin muncul, khususnya yang berkaitan dengan wilayah terdampak. Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, menjelaskan bahwa pembangunan Fase 2 ini akan menghubungkan jalur dari barat menuju timur. Ia menekankan pentingnya sosialisasi serta sinkronisasi dalam pelaksanaan proyek agar dapat mencapai hasil yang diinginkan. Menurutnya, selama proses pembangunan, akan ada sejumlah masalah yang perlu ditangani terkait dengan penyesuaian ruang yang terkena dampak dari pembangunan tersebut. Isu yang sedang dibahas mencakup area-area di Jakarta Pusat yang akan terpengaruh oleh proyek ini, termasuk jalur dari Roxy hingga Kebon Sirih serta Jalan Letnan Jenderal Suprapto. Di samping itu, Dhany juga mengungkapkan bahwa akan ada rekayasa lalu lintas yang diperlukan, mengingat sebagian jalur akan dibangun secara *underground*, sementara sisanya akan menjadi *flyover*. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, menjelaskan bahwa pembangunan koridor timur-barat MRT Jakarta akan mencakup jalur bawah tanah dari Roxy hingga Galur, serta jalur layang dari Tomang-Grogol dan Cempaka Baru-Ujung Menteng. Dalam totalitas, proyek ini direncanakan akan dibangun sebanyak 21 stasiun. Weni menambahkan, untuk wilayah Jakarta Pusat, titik-titik yang akan terhubung terdiri dari Roxy Mas, Gambir, hingga Sumur Batu di Kemayoran. Proses pengerjaan di kawasan Roxy Mas direncanakan akan dimulai pada akhir tahun 2024. Dengan koordinasi yang ditempuh saat ini, Weni berharap Pemerintah Kota Jakarta Pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek. Terakhir, Weni menyampaikan harapannya agar ke depan, kolaborasi antara MRT dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terjalin dengan baik, demi terciptanya sistem transportasi yang lebih efektif dan efisien bagi warga Jakarta. ANTARA