JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Indonesia sedang melaksanakan pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kalimantan Timur dengan fokus utama untuk generasi muda. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dalam sebuah acara di Jakarta. Menteri Hadimuljono menegaskan bahwa IKN ditujukan untuk para pemuda, termasuk generasi *Millennial* dan *Gen Z*, bukan untuk dirinya sendiri maupun Presiden Joko Widodo. "Kota ini dirancang sebagai kota masa depan yang diperuntukkan bagi kaum muda," ujarnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kelompok *Millennial* menyumbang 26 persen dari total populasi Indonesia, sementara generasi *Gen Z* mencapai 28 persen. Hal ini menunjukkan besarnya potensi dan peran serta kaum muda dalam pembangunan ibu kota baru ini. Lebih lanjut, Menteri Hadimuljono selaku ketua Otoritas IKN berharap bahwa Nusantara akan dikelola oleh para pegawai negeri yang memiliki keterampilan digital, sehingga dapat memberdayakan dan mengoperasikan kota ini secara efektif. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa IKN tidak hanya modern, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan generasi yang lebih muda. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa proses pembangunan Ibu Kota Nusantara diharapkan memerlukan waktu antara 10 hingga 15 tahun sebelum sepenuhnya selesai. “Pembangunan ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Kami mulai dari tahun 2021 hingga 2022 dan ditargetkan akan selesai sekitar 10 hingga 15 tahun ke depan,” ungkapnya saat memberikan arahan kepada kepala daerah di Istana Negara Nusantara pada 13 Agustus 2024. Saat ini, perkembangan pembangunan kota sudah mencapai sekitar 20 persen. Ada harapan besar pada IKN, tidak hanya sebagai pusat pemerintahan yang baru, tetapi juga sebagai salah satu pilar penting yang akan mendorong pembangunan Indonesia secara keseluruhan. Berdasarkan Rencana Induk Nusantara yang diatur dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2022, Indonesia menargetkan untuk menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia dan keluar dari jebakan pendapatan menengah, dengan mengusung visi *Golden Indonesia 2045*. Relokasi ibu kota dari Jakarta ke Nusantara merupakan salah satu strategi yang diambil untuk mencapai visi ambisius ini dan mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif serta merata di seluruh wilayah, mengurangi ketergantungan pada paradigma yang terpusat di Pulau Jawa. Diharapkan, Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga dapat menjadi simbol kebanggaan bangsa Indonesia. ANTARA