AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon telah melaksanakan pelatihan pengolahan produk rumput laut yang ditujukan kepada masyarakat adat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dari Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang ada di daerah tersebut. Kepala BPPP Ambon, Abubakar, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (DJPKRL) yang berkolaborasi dengan tim pelatih dari BPPP Ambon. Pelatihan tersebut berlangsung di Desa Adaut, Pulau Selaru, dan diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai pengolahan rumput laut. Abubakar menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya berfokus pada aspek budidaya rumput laut, tetapi juga mencakup pengolahan hasil perikanan. Dengan peningkatan pengetahuan tentang pengolahan dan pemasaran produk turunan rumput laut, diharapkan perekonomian masyarakat setempat dapat meningkat. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta, yang dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta yang berfokus pada budidaya dan 10 peserta yang belajar mengenai pengolahan rumput laut. Empat jenis olahan rumput laut yang dihasilkan dalam pelatihan ini meliputi *lamuntu snack*, *cookies* rumput laut, *puding* rumput laut, dan *jelly drink* rumput laut. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai analisis usaha dan pengembangan jiwa kewirausahaan. Tujuan dari bimbingan teknis ini adalah untuk meningkatkan keterampilan para pembudidaya dan pengolah rumput laut, agar mereka dapat berkontribusi lebih baik pada peningkatan ekonomi keluarga mereka. Dengan pelatihan semacam ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku optimis bahwa para petani dan pelaku usaha rumput laut di wilayah tersebut dapat bertransformasi menjadi eksportir, asalkan pelatihan dan bimbingan teknis terus dilakukan. Komoditas rumput laut memang masih menjadi sektor yang berkembang di berbagai daerah, termasuk Maluku Tenggara, Tual, Seram Bagian Barat, serta Kabupaten Kepulauan Aru. Meskipun terdapat potensi yang besar, tantangan yang dihadapi petani dan pelaku usaha adalah kurangnya fasilitas, seperti kemasan untuk produk ekspor. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan nilai jual rumput laut mereka. ANTARA