BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, yang berlokasi di Provinsi Bengkulu, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi *Megatrust*. Peringatan ini disampaikan setelah adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya kemungkinan gempa dengan magnitudo 8,7 yang dapat terjadi di wilayah Mentawai dan Selat Sunda. Ahmad Hidayat Syah, selaku Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Mukomuko, menjelaskan bahwa penting bagi setiap individu untuk melakukan persiapan jika bencana tersebut benar-benar terjadi. Ia menekankan agar warga menyimpan dokumen penting dan pakaian dalam tas yang siap dibawa serta cepat dijangkau saat keadaan darurat. Dalam konteks ini, Ahmad mengungkapkan bahwa sudah seharusnya masyarakat mulai mempersiapkan diri dengan tindakan preventif ini. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berita tentang potensi gempa Megatrust harus ditanggapi dengan serius. Hal ini karena para ahli menyatakan bahwa meskipun tidak bisa memprediksi kapan tepatnya gempa akan terjadi, situasi ini memerlukan kewaspadaan yang tinggi. Ahmad menyoroti pentingnya pengetahuan masyarakat mengenai jalur evakuasi terdekat, mengingat kemungkinan terjadinya tsunami setelah gempa bumi. Pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa titik evakuasi yang akan digunakan oleh masyarakat apabila keadaan darurat terjadi. Ahmad menyatakan bahwa tugas BPBD saat ini adalah terus memantau informasi terkini dari BMKG, dan mendistribusikan informasi tersebut kepada seluruh warga melalui kepala desa dan camat. Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga telah mempersiapkan berbagai peralatan untuk penanggulangan bencana, termasuk tenda yang akan digunakan sebagai tempat pengungsian. Selain itu, BPBD juga memiliki stok lama ratusan kantong mayat yang tersedia untuk digunakan jika situasi memburuk. Pemerintah daerah saat ini tengah merampungkan dokumen rencana kontinjensi. Dokumen ini bertujuan untuk memberikan panduan dalam menangani keadaan darurat akibat bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami dengan cepat dan tepat. Rencana ini merupakan langkah strategis untuk memobilisasi berbagai sumber daya yang ada di daerah demi melindungi masyarakat. ANTARA