PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, yang terletak di Provinsi Riau, telah meregistrasi sebanyak 85 insiden kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2024. Dari total kejadian tersebut, bulan Mei mencatat angka tertinggi dengan 13 kebakaran. Kepala DPKP Pekanbaru, Burhan Gurning, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melaksanakan tindakan pemadaman begitu menerima laporan terkait kebakaran. Dari data yang diperoleh, sebagian besar insiden kebakaran menyerang bangunan. Namun, terdapat pula kebakaran yang melibatkan kendaraan dengan jumlah lima kejadian, serta kebakaran lahan yang tercatat dua kali. Selama bulan Agustus 2024, jumlah kebakaran yang dilaporkan tercatat enam kali, semua insiden tersebut berkaitan dengan kebakaran bangunan. Burhan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat dari serangkaian insiden kebakaran yang terjadi hingga pertengahan bulan ini. Dari keterangan Burhan, sebagian besar kebakaran diduga disebabkan oleh arus pendek listrik. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik mereka. Menurutnya, banyak kebakaran terjadi sebagai akibat dari masalah ini. Lebih lanjut, Burhan menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama mengingat beberapa kejadian kebakaran yang beruntun dalam beberapa hari terakhir. Tindakan pencegahan sangat diperlukan agar kerugian material yang ditimbulkan tidak semakin signifikan. Dari sisi penyelamatan, DPKP Pekanbaru melaporkan bahwa sepanjang tahun 2024, telah dilakukan 312 upaya evakuasi dan penyelamatan. Kegiatan ini sebagian besar melibatkan evakuasi terhadap hewan seperti ular, tawon, lebah, biawak, dan kucing. Penyelamatan juga dilakukan bagi manusia yang terjebak dalam situasi berbahaya seperti cincin yang tersangkut, jatuh ke dalam sumur, tenggelam, dan terjebak. Selain itu, petugas juga berperan dalam kondisi alam dengan menangani pohon tumbang yang dapat membahayakan masyarakat. ANTARA