BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang menginisiasi kerjasama dengan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di berbagai kecamatan hingga desa-desa untuk menurunkan prevalensi stunting. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Ahmad Jajuli, menjelaskan bahwa peran KIM adalah menjangkau masyarakat dengan menyebarluaskan informasi terkait pencegahan stunting. Ia mengingatkan bahwa KIM didirikan berdasarkan Peraturan Bupati mengenai pembentukan komunitas ini dan melibatkan individu-individu yang dikenal aktif dalam media sosial. Menurut Jajuli, KIM memiliki kewajiban untuk menyampaikan berbagai informasi, tidak terbatas pada isu stunting, meskipun saat ini tema yang diangkat adalah pencegahan stunting. "KIM bertindak sebagai corong informasi dari Diskominfosatik yang juga dibina secara langsung oleh Kepala Dinas. KIM berfungsi sebagai perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika di tingkat kecamatan serta desa," ungkapnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi antara Diskominfosatik dan KIM ini bertujuan agar fungsi publikasi dari Dinas Kominfo dapat dijalankan dengan lebih efektif melalui dukungan KIM di tingkat lokal. "Dengan kontribusi aktif dari KIM dalam mengunggah berita di media sosial, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah dalam setiap program yang dijalankan," tambahnya. Sebagai catatan, berdasarkan hasil dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Serang, angka stunting di daerah ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Pada tahun 2019, angka stunting berada di angka 37 persen, dan berkurang menjadi 26,2 persen pada tahun 2022. Untuk tahun 2023, angka stunting kembali turun menjadi 23,9 persen. Dengan langkah sinergis ini, diharapkan penanganan stunting akan semakin efektif di Kabupaten Serang. ANTARA