BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Natuna, yang terletak di Kepulauan Riau, telah menetapkan kebijakan untuk membatasi jumlah pendukung pasangan calon saat proses pendaftaran. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan memfasilitasi pelaksanaan pendaftaran yang lebih efisien. Ketua KPU Natuna, Kusnaidi, menjelaskan bahwa pembatasan ini diterapkan hanya pada saat pendaftaran berlangsung. Sementara itu, para pendukung diperbolehkan untuk mengantar pasangan calon, tetapi tetap tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam ruangan pendaftaran. Hal ini disebabkan oleh ukuran ruang pendaftaran yang terbatas. “Di dalam ruang pendaftaran, hanya ketua dan sekretaris partai pengusung serta pendukung, *liaison officer* (LO), pasangan bakal calon, dan pasangan mereka yang diperkenankan masuk,” ungkap Kusnaidi. Meskipun jumlah pendukung yang dapat masuk terbatas, pihak KPU menyediakan fasilitas bagi para pendukung untuk menyaksikan proses pendaftaran. Mereka dapat mengikuti jalannya acara melalui layar televisi yang sudah disediakan di area depan dan samping kantor KPU Natuna. “Kita juga melakukan siaran langsung melalui *channel Youtube* resmi kita,” tuturnya. Pada pelaksanaan pendaftaran yang dimulai pada 27 Agustus hingga 29 Agustus ini, pasangan calon pertama yang mendaftar adalah incumbent Wan Siswandi dan Rodhial Huda. Kusnaidi menambahkan bahwa berkas persyaratan yang diajukan oleh pasangan calon incumbent tersebut sudah dinyatakan lengkap, dan selanjutnya akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit BP Batam. “Proses pendaftaran berjalan dengan baik dan aman. Surat pengantar untuk pemeriksaan kesehatan juga telah diserahkan kepada pasangan calon,” jelasnya. Di lain pihak, Sudarsono, salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Natuna, memastikan bahwa lembaganya akan terus melakukan pengawasan di setiap tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada). Pengawasan ini bertujuan untuk memastikan semua tahapan pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Bawaslu akan hadir di setiap tahapan,” katanya. Sudarsono menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pilkada. “Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya. ANTARA