BORNEONEWS, Palangka Raya - Zakat Fitrah yang wajib dikeluarkan minimal Rp22.500 per orang. Pembayarannya sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah. Bentuk zakat yang harus dikeluarkan berupa beras dengan kadar 2,5 Kg, atau sesuai keputusan Kementerian Agama Kota Palangka  Raya dalam edaran mengenai nominal jika zakat beras tadi dinilai dengan uang.

Ada empat tingkatan, Pertama, paling minim, Rp22.500 dengan asumsi harga beras Rp9 ribu dikalikan 2,5 Kg. Kedua, Rp27.500 dengan asumsi harga beras Rp11 ribu. Ketiga, Rp37.500 dengan asumsi harga beras Rp15 ribu. Keempat, Rp50 ribu dengan asumsi harga beras Rp20 ribu per Kg.

“Jenis dan kualitas beras yang dikeluarkan untuk berzakat sesuai jenis dan kualitas yang dikonsumsi sehari-hari (sesuai syariat Islam). Sehingga kita berikan empat kategori itu jika menguangkan zakat berasnya,” ungkap Kepala Kemenang Kota Palangka Raya, Baihaqi kepada Borneonews, Senin (4/7/2016).

Menurut Baihaqi, penetapan empat tingkatan tadi merupakan hasil musyawarah pihak Kemenag kota dengan Ketua MUI Kota dan ormas-ormas Islam, Tokoh Agama dan Tokoh masyarakat. Ia berharap Muzakki (orang yang berzakat) juga  dapat memilih tingkat kadar zakat sesuai kemampuan.

Sementara itu, Ketua Mustasyar Nahdlatul Ulama Kalteng, KH Anwar Isa mengingatkan, Zakat Fithrah tersebut lebih afdhal memang berupa beras langsung. Tetapi pengurus zakat atau Amil Zakat di Masjid-masjid bisa membantu menyediakan beras sebagai cara membantu Muzakki yang tidak siap membawa beras.

“Sehingga istilahnya Muzakki ini tetap berzakat dengan beras, tetapi teknisnya mengganti beras yang disediakan para Amil zakat di masjid tersebut.Amil harus sediakan itu,” tandasnya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).