JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Partai Demokrat, melalui pernyataan yang disampaikan oleh Ketua DPP-nya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa dukungan mereka terhadap pasangan Andra Soni dan Raden Achmad Dimyati Natakusumah dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten tetap kokoh. Hal ini terjadi meskipun Partai Golkar telah mencabut dukungannya terhadap pasangan tersebut. AHY menyatakan, "Kami tetap berpegang pada keputusan yang telah kami sampaikan sebelumnya." Pernyataan ini disampaikan saat ia ditemui di kantor pusat Demokrat di Jakarta. Menurutnya, meskipun konstelasi politik dalam pilkada bersifat dinamis, Partai Demokrat tetap pada komitmen untuk mendukung calon-calon yang telah mereka umumkan secara terbuka kepada publik. Ia merinci dinamika politik dalam pilkada yang memang selalu berubah. "Saat ini adalah hari pertama pendaftaran, dan masih ada kesempatan hari-hari berikutnya. Namun, yang pasti adalah bahwa Demokrat sudah menyelesaikan semua surat rekomendasi," kata AHY, merujuk pada dukungan yang telah diberikan kepada calon-calon di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jakarta. Pada hari yang sama, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa partainya kini memberikan dukungan kepada pasangan Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, sekaligus mencabut dukungan yang sebelumnya diberikan kepada Andra Soni dan Dimyati. Saat ini, pasangan Andra Soni dan Dimyati didukung oleh sejumlah partai, termasuk Partai Gerindra, Partai Demokrat, PAN, PKS, NasDem, PKB, PPP, dan PSI. Sementara itu, pasangan Airin dan Ade didukung oleh Partai Golkar serta PDI Perjuangan. AHY mengomentari bahwa perbedaan dukungan antara partai-partai dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) di pilkada adalah hal yang alami. KIM merupakan koalisi yang memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024. "Ini adalah gambaran dari dinamika politik dan kompleksitas sistem multipartai yang ada saat ini," jelasnya. Lebih lanjut, AHY menandaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pilihan kandidat di antara partai-partai anggota KIM, mereka tetap saling menghormati satu sama lain. "Hal ini tidak berarti KIM tidak solid. Kami memiliki visi dan misi yang lebih besar daripada sekadar urusan pilkada," tegasnya. AHY meyakini bahwa fokus masing-masing partai adalah membentuk pemerintahan yang efisien, solid, dan mampu menghadapi tantangan yang ada di masa depan. "Pandangan kami adalah untuk melihat Indonesia dan bangsa ini secara keseluruhan," ungkapnya, menegaskan komitmen Partai Demokrat dalam menyongsong pemilihan mendatang. ANTARA