PADANG –
**Borneonews - Padang**, Rektor Universitas Andalas (Unand) di Sumatera Barat, Efa Yonnedi, menyatakan bahwa perguruan tinggi tersebut akan kembali memproduksi tinta untuk kebutuhan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa tinta yang berbahan dasar gambir ini direncanakan akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan pada bulan November 2024. Sebagai informasi, pada Pemilu yang akan digelar pada 14 Februari 2024, Unand telah dipercaya untuk menyiapkan tinta bagi pelaksanaan kegiatan demokrasi tersebut. Inovasi yang dihasilkan oleh tim dari kampus ini telah berhasil memproduksi satu juta botol tinta yang distribusinya mencakup 35 provinsi di Indonesia. Selain itu, tinta berbahan gambir ini juga dipergunakan dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di daerah pemilihan Provinsi Sumatera Barat, dengan total sekitar 36.000 botol yang disiapkan. Efa Yonnedi menekankan bahwa penciptaan tinta untuk keperluan pemilu ini merupakan hasil kolaborasi tim yang terdiri dari peneliti, mahasiswa, dan berbagai pihak terkait lainnya. Ia menambahkan bahwa tinta ini tidak hanya dikenal karena ketahanan dan kualitasnya, tetapi juga ramah lingkungan. Kandungan antibakteri dan antiseptik alami dari gambir dinilai memberikan tingkat kebersihan yang lebih baik serta mengurangi risiko iritasi pada kulit, menjadikannya lebih aman bagi para pengguna. Di samping itu, tinta yang dihasilkan telah memperoleh sertifikasi halal dan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 89,31 persen. Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Andalas untuk mendorong keberlanjutan dan penggunaan produk lokal dalam setiap aspek operasionalnya. Efa juga mengungkapkan bahwa inovasi ini tidak hanya memiliki manfaat dalam semakin lancarnya proses demokrasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para petani gambir. Kenaikan permintaan tinta berbahan gambir telah berkontribusi pada lonjakan harga gambir di pasaran dari Rp20.000 per kilogram menjadi antara Rp75.000 hingga Rp90.000. Dengan demikian, proyeksi total pendapatan bagi para petani gambir diperkirakan meningkat antara Rp725 miliar hingga Rp1 triliun setiap tahunnya. Melalui pencapaian ini, Universitas Andalas menunjukkan komitmennya dalam mendorong seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan menghasilkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat. "Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung proses demokrasi di Indonesia dengan menyediakan tinta pemilu yang berkualitas," tambah Efa Yonnedi. ANTARA