SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar bimbingan teknis (bimtek) laporan keuangan sebagai salah sayu upaya meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) ke sebelas.

"Kita berharap terwujudnya pengembangan kompetensi kasubbag keuangan dan bendahara sehingga dapat menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntasi pemerintah dan tentunya untuk mendapatkan opini WTP kesebelas kalinya," kata Staf Ahli Bupati Kotim Rusmiati, Selasa, 27 Agustus 2024.

Dirinya membuka bimtek yang digelar di Balai Diklat Aparatur SDM. Kegiatan tersebut diikuti 108 orang terdiri dari kasubbag keuangan ,bendahara, serta perwakilan bendahara dari puskesmas di lingkungan Pemkab Kotim. 

Lanjutnya, Ssaat ini masih terdapat penyusunan laporan keuangan yang belum sepenuhnya sesuai dengan standar akuntansi pemerintah dan masih banyak OPD yang terlambat dalam penyampaiannya. 

Berdasarkan data pengembangan kompetensi dari 49 OPD dan kecamatan pejabat keuangan yaitu kasubbag keuangan dan bendahara tidak semua memiliki kompetensi terkait pelatihan keuangan.

--page

Dari data tersebut hanya 18 orang kasubbag keuangan yang telah mendapat pengembangan kompetensi, sedangkan untuk bendahara sebanyak kurang lebih 58 orang belum mendapat pengembangan kompetensi tersebut.

"Pegawai yang memiliki jabatan pada bagian keuangan wajib memiliki kompetensi mengenai pembuatan laporan keuangan dimaksud," ujarnya. 

Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dalam suatu periode tertentu. Namun, masih terdapat penyusunan laporan keuangan yang belum sepenuhnya sesuai standar akuntansi pemerintah. 

Sehingga pengembangan kompetensi melalui pelatihan/bimbingan teknis di bidang keuangan perlu dilakukan khususnya pembuatan laporan keuangan agar laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010. (DEWI PATMALASARI/j)