SAMARINDA –
**Borneonews - Kepulauan Riau**, Sebanyak 58 peserta dari lima provinsi mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIX. Mereka merupakan bagian dari program yang selama ini diadakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Timur. Dalam rangkaian kegiatan ini, peserta melakukan kunjungan untuk belajar lebih dalam mengenai kepemimpinan di Kepulauan Riau. Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat pemerintah dan anggota Polri. Kelima provinsi yang terlibat adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyampaikan hal ini kepada wartawan yang menghubunginya dari Samarinda. Kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) di Kepulauan Riau dipimpin langsung oleh Nina Dewi, yang juga didampingi oleh sejumlah fasilitator dari BPSDM Kaltim, termasuk para Widyaiswara Ahli Utama. Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi, Adi Prihantana, berserta Kepala BPSDM Provinsi Kepri, Anny Lindawaty. Dalam pertemuan yang diadakan di Balairung Wan Seri Beni, Tanjung Pinang, Adi Prihantana memaparkan berbagai prestasi yang diraih oleh BPSDM Kepri. Ia menyoroti keberhasilan pemprov dalam pengendalian inflasi yang menjadikan Kepulauan Riau sebagai yang terbaik di Pulau Sumatera. Selain itu, Kepala BPSDM Kepri juga memberikan informasi bahwa lembaganya, meskipun baru beroperasi selama dua tahun, telah berhasil meraih peringkat lima besar di tingkat nasional menurut Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Setelah seremoni penyambutan tersebut, peserta VKN dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk lebih mendalami pokok-pokok pembicaraan di sejumlah locus yang telah ditentukan. Setiap kelompok mengikuti agenda di lokasi yang berbeda sesuai dengan tema masing-masing. Locus pertama membawa peserta ke Dinas Energi Sumber Daya Mineral Kepulauan Riau yang dipandu oleh Widyaiswara Sugeng Chairuddin. Locus kedua adalah Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Barenlitbang) yang mendampingi peserta melalui Widyaiswara Jauhar Efendi. Locus ketiga, peserta diarahkan ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dengan pendampingan dari Widyaiswara Rahmat. Locus terakhir mengunjungi Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan sebagai pemandu, Widyaiswara Salman Lumaindong. Jauhar Efendi, yang juga merupakan Widyaiswara Ahli Utama, menyampaikan bahwa banyak inovasi yang telah dihasilkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kepala Barenlitbang Kepri, Misni. Dalam hal ini, walaupun APBD Kepri hanya sekitar Rp4 triliun, berkat inovasi yang ada, pemerintah daerah telah mampu menarik dana dari Pemerintah Pusat dan berkolaborasi dengan pihak ketiga. Hal ini membawa dampak positif terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. ANTARA