PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berupaya mengurangi limbah non organik rumah tangga dengan menerapkan program Bank Sampah di setiap titik kelurahan se-Kabupaten Kobar. 

Kepala DLH Kobar, Fitriyana melalui Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH), Nurliani mengatakan sampai saat ini sudah ada lima Bank sampah di Kota Pangkalan Bun. 

"Di Kelurahan Mendawai RT 1,2,3, Kelurahan Sidorejo RT 21, dan Kelurahan Madurejo di Pondok Pesantren Ar-Wahdah, jadi ada 5 bank sampah. Progresnya sudah berjalan dari pengelolaan sampah dari rumah warga," katanya, Selasa, 27 Agustus 2024.

Dari progres tersebut, ia menyampaikan masyarakat sudah mulai membiasakan diri dalam memilah sampah organik maupun non organik dari limbah rumah tangga untuk ditabung menjadi nilai ekonomis.

"Alhamdulillah, masyarakat mau memisahkan sampah organik dan non organik dari rumah, ini kita jadwalkan dua Minggu sekali atau sebulan sekali tergantung permintaan dari masyarakat di RT masing-masing di titik kumpul yang sudah ditentukan, dengan dijual dan dihargai mereka jadi semangat memilah sampah" ujarnya. 

--page

Lebih lanjut, Nurliani mengungkapkan, hingga kini banyak masyarakat yang berminat untuk melakukan gerakan pemilahan sampah tersebut, baru-baru ini para warga RT 5 dan RT 7 di Kelurahan Mendawai sudah menghubungi Bidang P2KLH, DLH Kobar.

"Di sini kita harapkan, kita tidak memaksakan mereka tapi mereka punya kesadaran bahwa apa yang mereka lakukan punya manfaatnya, alhamdulillah respon masyarakat sangat baik," ungkapnya. 

Tak hanya itu, pihaknya ke depan berencana akan membuat bank sampah khusus untuk limbah organik yang dibentuk dalam kompos sehingga hasil kompos dari sampah warga tersebut akan dibeli oleh pihak DLH Kobar. 

"Kemungkinan DLH Kobar akan membeli kompos itu, karena kita ini ada Bidang RTH yang menangani masalah pertanaman, nah kita butuh sampah organiknya (pupuk kompos), kita harus bersinergi supaya dengan adanya nilai jual masyarakat jadi bersemangat," ucapnya demikian. (NURITA/j)