BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, Katma F Dirun mengajak aparatur desa menerapkan falsafah Huma Betang.
Katma menjelaskan Huma Betang, berarti rumah besar, adalah simbol kebersamaan dan toleransi dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
"Falsafah Huma Betang mengajarkan kita untuk hidup dalam kebersamaan meskipun berbeda, dan nilai-nilai ini sangat relevan dalam kepemimpinan desa," ujarnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan berbasis Huma Betang mengharuskan seorang pemimpin untuk selalu mempertimbangkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
"Dengan memegang teguh falsafah ini, seorang pemimpin desa akan mampu menciptakan harmoni dalam masyarakat dan mendorong pembangunan yang inklusif," jelasnya.
--page
Selain itu, juga ditekankan pentingnya menerapkan kepemimpinan yang berasal dari hati. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif bukan hanya tentang kekuatan dan kekuasaan, tetapi juga tentang empati dan kemampuan untuk memahami kebutuhan masyarakat.
"Kepemimpinan dari hati berarti memimpin dengan niat baik, kejujuran, dan perhatian terhadap kesejahteraan orang lain," katanya. (HERMAWAN DP/j)









