BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Semakin dekatnya pelaksanaan lebaran, permintaan daging dari masyarakat juga turut meningkat. Karena itulah kegiatan pemotongan hewan ternak di Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Padat Karya, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) juga semakin bertambah.


Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kobar Haryo Prabowo, Senin (4/7/2016) menjelaskan, pada hari biasanya di RPH hanya dilakukan sekitar enam kali pemotongan ternak oleh penjagal. 


"Karena meningkatnya permintaan daging menghadapi lebaran, maka ternak yang di jagal setiap malam saat ini bertambah menjadi 10-12 ekor," jelas Haryo.


Karena itulah, lanjutnya, agar pemeriksaan ternak sebelum dipotong (ante-mortem) hingga pasca di potong (post-mortem) bisa berlangsung cepat, maka beberapa hari ini Bidang Keswan Distanak Kobar menerjunkan lebih banyak petugas.


"Biasanya hanya satu atau dua orang yang bertugas. Kali ini setiap malam petugas kita ditambah menjadi lima orang. Sehingga pemeriksaan bisa berlangsung cepat dan efisian. karena pemotongan dimulai sekitar pukul 12.00 WIB dan pukul 02.00 WIB daging tersebut sudah bisa didistribusikan oleh penjagal kepada pedagang daging di pasar," jelasnya.


Untuk itulah ia selalu mengingatkan agar masyarakat selalu mencermati stiker yang tertempel di kios penjual daging yang berada di pasar.


"Perhatikan apakah ada tanda stiker berukuran besar yang dikeluarkan Distanak Kobar tertempel di kios si penjual. Karena stiker tersebut merupakan tanda bahwa daging yang dijual sudah melewati pemeriksaan petugas Distanak Kobar bahwa daging tersebut layak,  aman dan sehat untuk dikonsumsi," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/m)