JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber pangan lokal dalam upaya menyajikan makanan yang kaya gizi dan sehat bagi keluarga. Hal ini disampaikan oleh Amurwani Dwi Lestariningsih, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan dan Kesehatan, sebagai bagian dari kampanye meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pola makan yang lebih baik. Amurwani menegaskan bahwa para ibu tidak perlu merasa khawatir jika tidak mampu membeli bahan makanan mahal seperti ikan tenggiri, tuna, atau salmon. Ia menjelaskan bahwa ikan seperti kembung sebenarnya juga merupakan sumber protein yang sangat baik dan terjangkau. Ikan kembung, misalnya, dapat diolah menjadi *broth* yang bergizi. Selain itu, dia juga mengingatkan pentingnya memelihara ayam secara mandiri sehingga keluarga bisa memperoleh telur dan daging secara langsung, serta memanfaatkan tulang ayam untuk dibuat kaldu. Lebih lanjut, Amurwani mengingatkan agar masyarakat mengurangi penggunaan gula, garam, dan lemak berlebihan, karena konsumsi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko utama untuk penyakit tidak menular. Ia juga mendorong masyarakat untuk menghindari makanan dan minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan. Keprihatinan mendalam juga disampaikan oleh Amurwani sehubungan dengan meningkatnya kasus anak-anak yang harus menjalani cuci darah akibat gangguan ginjal, yang dikenal sebagai ginjal bocor. Dia mencemaskan bahwa banyak anak dari tingkat SD dan SMP saat ini yang sudah harus menjalani perawatan akibat diabetes yang tidak terkendali, yang bisa berujung pada dampak serius bagi kesehatan mereka di masa depan. "Jika kita perhatikan, banyak anak-anak yang menderita gagal ginjal dan diabetes, prosesnya bukanlah sesuatu yang terjadi dalam waktu singkat. Ini adalah hasil dari pola makan yang buruk selama bertahun-tahun, dan kita melihat dampak tersebut kini," ungkap Amurwani. Ia menegaskan pentingnya kesadaran akan pola makan sehat untuk mencegah masalah kesehatan yang serius di generasi mendatang. ANTARA