**Borneonews - Jakarta**, Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito Karnavian, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan yang harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah perbatasan. Pernyataan ini mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan yang inklusif dan berkelanjutan di daerah-daerah tersebut.
Melalui tugas yang diemban oleh BNPP, Tito mendorong upaya maksimal dalam pengembangan kawasan perbatasan. Ia mengungkapkan bahwa jika masyarakat di daerah-daerah perbatasan merasakan kemakmuran, maka akan terbentuk *buffer zone* yang strategis untuk pertahanan negara. Dalam penjelasannya, Tito menekankan bahwa untuk merealisasikan pembangunan secara baik tidaklah mudah. Diperlukan koordinasi yang solid antar berbagai sektor agar implementasi kegiatan pembangunan bisa berjalan dengan efektif.
Dengan adanya optimalisasi dalam pembangunan ini, diharapkan bahwa hasilnya dapat memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian target Indonesia Emas 2045. Tito menyebutkan, berbagai lembaga internasional memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2040. Prediksi ini menunjukkan perkembangan pesat yang akan membawa masyarakat kelas menengah menjadi lebih dominan, didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang meningkat.
"Saya melihat bahwa prediksi itu bukan hanya sekadar mimpi atau ilusi, tapi saya optimis bahwa Indonesia Emas 2045 akan terwujud," ujarnya. Keyakinan Tito ini didasarkan pada sejumlah alasan ilmiah. Dalam pandangannya, pertarungan global di masa depan tidak hanya akan berfokus pada aspek militer tradisional, melainkan akan bergeser ke ranah ekonomi.
Indonesia, menurut Tito, memiliki modal ekonomi yang sangat kuat, antara lain adalah jumlah angkatan kerja yang besar yang mampu meningkatkan produksi, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, serta luas wilayah yang memungkinkan untuk menjadi pusat berbagai aktivitas ekonomi. "Ketiga faktor ini, jarang dimiliki oleh negara lain," tambahnya.
Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa meskipun ada berbagai prediksi positif, tetap diperlukan dukungan stabilitas politik dan keamanan yang baik. Selain itu, penting juga untuk menjalankan strategi yang tepat, termasuk memastikan pembangunan yang merata di berbagai wilayah, baik di kota, desa, maupun di kawasan perbatasan.
"Strategi besar kami adalah membangun secara paralel. Kita tidak hanya fokus pada urban, tetapi juga penting untuk mengembangkan daerah rural, termasuk pedesaan dan perbatasan," tutup Tito.
ANTARA
Pemerataan Pembangunan di Wilayah Perbatasan Menuju Indonesia Emas 2045
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mario Aji Start P12 di Moto2 Australia
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Siapkan Fasilitas Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap
IAEA Siap Verifikasi Aktivitas Nuklir Iran, Dorong Solusi Diplomatik
Menjadi Peserta, Pegawai BPJS Kesehatan Ini Turut Rasakan Manfaat Program JKN
Marquez Kembali Pimpin Klasemen Setelah Menangi Sprint di Australia
BPJS Kesehatan Gandeng MUI Palangka Raya Perluas Edukasi JKN Lewat Tasbih JKN
Komentar (0)
Memuat komentar…







