MANOKWARI –
**Borneonews - Sorong**, Polresta Sorong Kota, yang terletak di Papua Barat Daya, menyiapkan 403 personel untuk mengamankan jalannya Pilkada Serentak 2024 yang akan berlangsung di Kota Sorong. Komitmen ini dinyatakan oleh Kapolresta Sorong, Komisaris Besar Polisi Happy Perdana Yudianto. Dalam konteks kesiapan pengamanan, Happy Perdana menekankan pentingnya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah ini. "Kami siap mengamankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di wilayah hukum Provinsi Papua Barat Daya, khususnya di Kota Sorong," ungkapnya setelah memimpin apel gelar pasukan Operasi Mantap Praja Dofior 2024 yang dilaksanakan di Markas Polresta Sorong. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Penjabat Wali Kota Sorong, Benhard E. Rondonuwu, Komandan Distrik Militer 1802/Sorong, Letkol Czi. Angga Wijaya, Kepala Kejaksaan Negeri Sorong, Makrun, dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sorong, Nirma Tandai. Untuk memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama proses Pilkada 2024, Polresta Sorong Kota akan menerapkan pendekatan pre-emptif dan preventif, didukung dengan kegiatan pengumpulan intelijen serta penegakan hukum yang efektif. Semua langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menjamin keamanan dalam setiap tahapan pemilihan. Operasi Mantap Praja Dofior akan melibatkan 403 personel dari Polresta Sorong, ditambah dengan 80 personel yang berasal dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, yang terdiri dari 50 anggota *Brimob* dan 30 anggota *Dalmas*. Pasukan ini akan ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan dua personel bertugas di masing-masing lokasi. Kapolresta mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya Pilkada 2024. Ia menyatakan, "Polri tidak bisa bergerak sendiri, tentu membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat". Harapan ini diungkapkan sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan tertib di lingkungan mereka selama proses pemilihan berlangsung. ANTARA