AMBON –
**Borneonews - Ambon**, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) telah menginisiasi Gerakan Pangan Murah (GPM), yang merupakan bagian dari upaya pasar murah untuk mengendalikan inflasi di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kestabilan harga pangan di tengah meningkatnya permintaan dari masyarakat. Kepala Dinas Ketahanan Pangan KKT, S. Hukubun, menyatakan bahwa melalui GPM, masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, kehadiran pasar murah yang terintegrasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kestabilan harga di pasaran serta membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Lebih lanjut, Hukubun menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi antara berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini penting untuk memastikan stabilitas ekonomi serta peningkatan kesejahteraan warga di Kabupaten Tanimbar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pasar murah. Kerja sama antara sektor pemerintah dan swasta dinilai sangat vital untuk menjaga pasokan pangan tetap stabil, terutama pada masa yang penuh tantangan seperti sekarang ini. Dalam kesempatan yang berbeda, Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie, mengungkapkan bahwa inflasi merupakan masalah yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ini juga menjadi salah satu program prioritas yang perlu disikapi oleh Provinsi Maluku, mengingat angka inflasi di Maluku saat ini mencapai 3,63 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 2,51 persen. Gubernur menekankan pentingnya tindakan cepat dan tepat dalam menangani inflasi. Jika masalah ini tidak ditangani dengan segera, khawatir akan berdampak pada seluruh aspek stabilitas, baik di sektor ekonomi maupun keamanan. Selain mengendalikan inflasi, Pemerintah Kabupaten Tanimbar juga terus berupaya untuk menekan angka kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem, serta mengurangi prevalensi stunting di wilayah tersebut. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan ini. ANTARA