SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Partai Golkar secara resmi memberikan rekomendasi kepada pasangan petahana, Eri Cahyadi dan Armuji, untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Surabaya yang akan berlangsung pada tahun 2024 mendatang. Eri Cahyadi mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan oleh Partai Golkar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan, "Saya *matur nuwun* (terima kasih) kepada Partai Golkar yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sekali lagi untuk berjuang demi masyarakat Surabaya." Pernyataan tersebut ia sampaikan di tengah acara penyerahan rekomendasi yang berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Timur. Lebih lanjut, Eri menyatakan bahwa dukungan tambahan dari Golkar akan memperkuat komitmennya untuk membangun Kota Surabaya ke arah yang lebih baik. "Insya Allah, kebersamaan dengan Partai Golkar ini akan menghasilkan yang terbaik bagi Kota Surabaya. Apa yang sudah baik akan kita lanjutkan, sedangkan yang kurang baik akan kita perbaiki," ujarnya. Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni, menjelaskan bahwa dukungan terhadap Eri dan Armuji didasarkan pada prestasi yang telah ditunjukkan oleh petahana tersebut dalam tiga setengah tahun terakhir. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi indikasi yang kuat bahwa Surabaya bisa berkembang lebih pesat ke depannya. "Maka, keluarga besar Partai Golkar ingin berkontribusi dalam perjuangan Eri-Armuji, agar setiap kebijakan yang baik dapat menjadi amal jariyah. Kami ingin terlibat dalam meraih keberkahan dari amal jariyah tersebut," tambahnya. Arif Fathoni menegaskan komitmen Golkar untuk menjadi aktor yang aktif dalam memenangkan hati masyarakat dalam Pilkada mendatang. "Golkar berkomitmen untuk menjadi kontributor utama dalam mengantarkan Eri dan Armuji dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk periode 2024-2029," pungkasnya. Sebagai informasi tambahan, pada hari yang sama dengan penyerahan dukungan dari Partai Golkar, pasangan Eri Cahyadi dan Armuji juga mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra. Penyerahan dukungan dari Gerindra terjadi beberapa menit sebelum mereka menerima rekomendasi resmi dari Partai Golkar. ANTARA