PALANGKARAYA –
**Borneonews - Tamiang Layang**, Pemerintah Kabupaten Barito Timur, yang terletak di Kalimantan Tengah, memastikan bahwa rehabilitasi kantor bupati akan tetap menonjolkan elemen-elemen yang mencerminkan budaya Dayak Maanyan. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang tidak hanya nyaman tetapi juga estetis di lingkungan tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Barito Timur, Yumail Paladuk, menjelaskan bahwa ornamen yang digunakan dalam desain rehabilitasi ini merupakan ornamen asli dari suku Dayak Maanyan. Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers di Tamiang Layang. Ia menekankan bahwa ornamen yang sebelumnya terdapat pada pilar kantor bupati tidak berasal dari Dayak Maanyan, melainkan diambil dari Kalimantan Timur. “Rehabilitasi ini bertujuan untuk mengganti ornamen tersebut dengan yang asli, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat oleh para tokoh adat,” jelas Yumail. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi yang intens dengan tokoh adat dan masyarakat untuk memastikan keaslian ornamen Dayak Maanyan yang akan diterapkan. Lebih lanjut, Yumail mengonfirmasi bahwa bagian plafon yang terlepas dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian yang belum diselesaikan sepenuhnya oleh pihak kontraktor. Kejadian tersebut dipicu oleh angin kencang yang terjadi saat hujan, mempengaruhi kekuatan plafon yang masih dalam tahap pengerjaan. Ia menjelaskan bahwa bagian atap juga belum sepenuhnya selesai, sehingga air hujan dapat masuk ke dalam ruangan ketika curah hujan tinggi. Dengan kondisi ini, Dinas PUPR Perkim Barito Timur telah meminta kepada kontraktor, CV Al Qarni, untuk segera melakukan perbaikan dan pemasangan baru agar masalah ini dapat teratasi. Yumail juga menekankan pentingnya memperbaiki bagian-bagian lain dari bangunan, termasuk dinding yang terlihat miring. Rehabilitasi kantor bupati ini merupakan bagian dari program peningkatan fasilitas perkantoran di Pemerintah Kabupaten Barito Timur dengan nilai kontrak mencapai Rp7,783 miliar. Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan fungsi kantor, tetapi juga secara visual dapat mencerminkan budaya lokal yang kaya. ANTARA