**Borneonews - Ambon**, Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang dilaksanakan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku merupakan langkah nyata dalam mendukung program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, yang lebih dikenal dengan istilah *Gencarkan*.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, mengungkapkan bahwa pengukuhan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan yang diambil oleh Wali Kota Tual dan Bupati Maluku Tenggara. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, lembaga vertikal, serta pelaku usaha di bidang jasa keuangan.
Andi menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Tual dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara atas komitmen mereka dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di masyarakat. Ia percaya bahwa melalui kolaborasi yang efektif dan inovasi yang berkelanjutan, akses serta pemahaman masyarakat mengenai keuangan dapat ditingkatkan. Hal ini penting agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif dalam perekonomian serta mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik.
Penjabat Wali Kota Tual, R. Affandy Z. Hassanusi, menekankan bahwa akses terhadap keuangan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat. Ia menambahkan bahwa peningkatan taraf hidup masyarakat sangat bergantung pada perpaduan pembangunan ekonomi yang inklusif, terutama bagi lapisan masyarakat menengah ke bawah agar mereka juga memiliki akses terhadap produk dan jasa keuangan.
Melalui pengukuhan TPAKD di Kota Tual, diharapkan semua elemen, mulai dari pemerintah kota, OJK, Bank Indonesia, pelaku usaha jasa keuangan, serta pemangku kepentingan lainnya, dapat berkolaborasi lebih baik dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di wilayah tersebut.
TPAKD Kota Tual juga telah mempersiapkan program kerja Bersama Akselerasi Inklusi Keuangan Masyarakat, atau disingkat BAIR. Program ini mencakup enam kegiatan utama, antara lain: satu rekening satu pelajar yang ditujukan untuk siswa di Kota Tual, usaha inklusi keuangan bagi petani dan nelayan, pengembangan usaha ekonomi kreatif, digitalisasi pasar Tual, edukasi keuangan di wilayah pedesaan, serta aktivasi agen *laku pandai* di seluruh kelurahan dan desa.
Sementara itu, TPAKD Kabupaten Maluku Tenggara memiliki tiga program kerja yang akan dilaksanakan, yaitu satu desa satu edukasi keuangan yang menyasar seluruh Ohoi (desa), peningkatan kelas untuk UMKM sektor perikanan, dan pengembangan Ohoi sebagai destinasi wisata dengan pendekatan inklusi keuangan. Program-program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
ANTARA
Pengukuhan TPAKD Dorong Inklusi Keuangan di Kota Tual dan Maluku Tenggara
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







