JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden terpilih dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melontarkan candaan mengenai mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso. Dalam acara Kongres III Partai NasDem yang diadakan di Jakarta Convention Center pada hari Selasa, Prabowo menyebut Sutiyoso sebagai kader Partai Gerindra yang "disusupkan" ke Partai NasDem. Saat menyambut Sutiyoso yang hadir dalam kongres tersebut, Prabowo mengatakan, "Saya sangat menghormati dan menghargai senior saya, Jenderal TNI Sutiyoso. Beliau adalah kader Gerindra yang saya susupkan ke NasDem." Ungkapan ini membuat suasana menjadi lebih akrab dan penuh tawa di antara para hadirin. Prabowo sempat melupakan untuk menyapa Sutiyoso di awal sambutan, karena dia lebih dulu menyambut sejumlah petinggi dari Partai NasDem lainnya. Menyadari hal itu, ia meminta maaf kepada Sutiyoso, yang dikenal dengan panggilan "Bang Yos". Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengomentari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Ia menyebut Surya sering disapa dengan istilah "Bung Brewok" dan dengan humor mengungkapkan keinginannya untuk memiliki penampilan jenggot dan kumis seperti Surya. Namun, Prabowo mencurahkan keluh kesahnya bahwa jenggot dan kumis sulit tumbuh di wajahnya. Dia menambahkan, “Kumis saya di ujung ada tiga, di sebelah kiri ada dua. Jadi kalau saya memakai kumis, orang akan memanggil saya Fu Manchu (karakter fiksi).” Kongres III Partai NasDem ini dimulai sejak hari Minggu, 25 Agustus, dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Selama tiga hari, berbagai agenda dibahas, termasuk pemilihan dan penetapan Ketua Umum serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang ditujukan bagi pemerintah. Pada hari Selasa, Surya Paloh resmi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai NasDem untuk periode 2024-2029. Tugas Selanjutnya bagi Surya adalah membentuk kepengurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai NasDem untuk lima tahun ke depan. Prabowo juga dijadwalkan menjadi tamu undangan untuk menutup Kongres III Partai NasDem. Saat ini, partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu telah menyatakan dukungannya untuk pemerintahan ke depan, meskipun sebelumnya mereka mendukung Anies Baswedan dalam Pemilu 2024. ANTARA