**Borneonews - Jakarta**, Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah resmi meluncurkan Program Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa, yang dikenal dengan akronim GENIUS. Program ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif sejak usia dini, sebagai langkah strategis dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa Program GENIUS yang digagas pada tahun 2024 ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk mewujudkan generasi yang tidak hanya sehat, namun juga cerdas, bersemangat, dan produktif. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak, yang menjadi fokus dalam program ini.
Arief menambahkan bahwa ketahanan pangan dan gizi merupakan isu penting yang harus ditangani secara nasional. Presiden Joko Widodo memberikan perhatian besar terhadap pentingnya gizi untuk generasi mendatang. "Ini bukan sekadar soal penyediaan makanan, tetapi juga memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi memiliki kualitas dan kuantitas yang tepat," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para gubernur, bupati, wali kota, dan berbagai organisasi perangkat daerah yang berkontribusi dalam program ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai inisiatif.
Lebih jauh, Arief menyampaikan bahwa Program GENIUS sejalan dengan upaya untuk mengurangi angka stunting, sesuai dengan amanat Presiden berdasarkan Perpres 72 Tahun 2021. Target yang dicanangkan adalah prevalensi stunting sebesar 14 persen pada akhir tahun 2024. Ia menyebut bahwa prevalensi stunting menurun dari 37,2 persen pada tahun 2022 menjadi 21,5 persen pada tahun 2023.
Bukan hanya itu, Arief menegaskan komitmennya untuk memberikan asupan pangan yang bervariasi, bergizi, seimbang, dan aman. Ia juga mengajak masyarakat untuk menghentikan pemborosan pangan, mengingat angka *Food Loss and Waste* yang mencapai 31 persen, yang berdampak pada ketahanan pangan, ekonomi, dan lingkungan.
Ia berharap para pemimpin daerah dapat memanfaatkan potensi pangan yang melimpah di ritel dan restoran melalui program donasi pangan yang dilakukan secara kolaboratif. "Kami memiliki sistem distribusi yang dapat menyalurkan pangan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran Program GENIUS ini, menilai langkah tersebut merupakan wujud nyata dalam meningkatkan kualitas generasi di tahun 2045. "Sumatera Selatan berbangga menjadi salah satu dari sepuluh provinsi yang meluncurkan Program GENIUS tahun ini. Kami siap mendukung mulai dari hulu hingga hilir," ungkap Elen.
Dia menegaskan bahwa langkah ini sangat penting demi memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga Indonesia bisa mencapai visi Emas 2045. Selain itu, pemerintah provinsi juga akan mendistribusikan kudapan sekolah berupa telur ayam setiap minggu, dengan komitmen untuk terus meningkatkan jumlahnya.
Pada tahun 2024, Program GENIUS ini ditargetkan akan menjangkau sekitar 17 ribu siswa di 92 sekolah dasar yang tersebar di 30 kabupaten dan kota di sepuluh provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Utara.
Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, menginformasikan bahwa pemilihan lokasi untuk program ini didasarkan pada data mengenai *Prevalence of Undernourishment* (PoU) serta Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan. Ia menegaskan komitmen Bapanas untuk menurunkan angka PoU di provinsi yang terlibat dalam Program GENIUS tahun anggaran 2023, khususnya yang belum mencapai target nasional.
Nyoto melaporkan bahwa PoU menunjukkan perubahan positif, dengan angka menurun dari 10,21 persen pada tahun 2022 menjadi 8,53 persen pada tahun 2023. "Kami optimis bahwa dengan program ini, kami dapat terus menurunkan angka PoU, dengan target penurunan hingga 5 persen di tahun ini," tutup Nyoto.
ANTARA
Bapanas Luncurkan Program GENIUS untuk Ciptakan Generasi Emas 2045
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
OJK Gencar Edukasi Keuangan di Kalangan Pemuda Cegah Rekening Dormant
Kemlu Pastikan Seluruh Jamaah Umrah Aman di Tengah Eskalasi Konflik
Ginting Harus Mengakui Keunggulan Richie Duta di Indonesia Masters
Komentar (0)
Memuat komentar…







