MANADO –
**Borneonews - Tondano**, Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama Minahasa, Meidy Sumeleh, memberikan ajakan kepada para warga binaan di Lapas Kelas IIB Papakelan untuk melakukan pembaruan dalam hidup mereka. Ia menyampaikan pentingnya untuk terus berusaha memperbaiki diri agar dapat hidup lebih baik. Dalam pernyataannya, Meidy menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Minahasa dan Lapas Kelas IIB Papakelan dalam mengembangkan aspek kerohanian para penghuni lapas. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini dirancang untuk memberikan harapan dan semangat baru kepada para binaan. Meidy menjabarkan bahwa terdapat tiga bentuk layanan yang disediakan dalam program ini. Pertama, pelayanan ibadah rohani melalui ceramah yang membekali mereka dengan pengetahuan dan motivasi. Kedua, konseling perorangan untuk membantu menyelesaikan permasalahan individu. Ketiga, pelayanan doa yang bertujuan untuk mendukung aspek spiritual warga binaan. Kegiatan ini dimulai dengan ibadah yang dipimpin langsung oleh Meidy Sumeleh. Dalam kesempatan tersebut, ia mengambil pembacaan dari kitab Mazmur 23:1-6. Melalui pembacaan tersebut, Meidy mengajak semua yang hadir untuk menjadikan Tuhan sebagai Gembala Agung dalam kehidupan mereka. Ia mendorong para binaan untuk bertransformasi dari kehidupan yang kelam menuju kehidupan yang penuh terang. Lebih lanjut, Meidy menekankan bahwa untuk membuka diri kepada Tuhan dan memperbaharui hidup, yang terpenting adalah langkah awal berupa pertobatan dan penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Ia meyakinkan bahwa dengan menerima Tuhan, kehidupan seseorang dapat diubah menjadi lebih baik. Antusiasme para warga binaan terlihat jelas saat mereka mengikuti kegiatan rohani yang dipandu oleh Pakris Kemenag Minahasa tersebut. Keseriusan dan komitmen mereka untuk menjalani bimbingan ini menunjukkan harapan untuk mencapai kehidupan yang lebih positif di masa mendatang. ANTARA