**Borneonews - Serang**, Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, menanggapi pengalihan dukungan yang dilakukan oleh Partai Golkar dengan menyebutnya sebagai sebuah dinamika dan drama dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan secara serentak.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan di Serang pada malam hari, Andra menjelaskan bahwa sejak mereka mendeklarasikan diri sebagai peserta Pilkada, dukungan dari partai-partai yang menyertainya tetap konsisten hingga saat ini. Dia mencatat bahwa memang ada fluktuasi dukungan yang terjang dalam waktu singkat, tetapi ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses yang wajar dalam pelaksanaan Pilkada.
Pengalihan dukungan yang terjadi, baik yang bertambah maupun berkurang dalam rentang waktu satu hari, adalah bentuk dinamika yang menjadi bagian dari drama Pilkada, ungkapnya.
Andra menambahkan bahwa meskipun keputusan Partai Golkar untuk memberikan dukungan kepada pasangan pesaing, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, merupakan hak kedaulatan partai tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memaksakan pilihan kepada setiap partai politik terkait dengan proses komunikasi dan dukungan.
Itu adalah wewenang masing-masing partai untuk menentukan dukungan mereka. Kami selalu menegaskan kepada pimpinan bahwa tidak ada paksaan atau pengaturan dari sisi kami, jelas Andra. Dia berkeyakinan bahwa Koalisi Banten Maju, yang mendukungnya, akan semakin solid dan optimis meraih kemenangan dalam Pilkada Banten yang akan datang. Koalisi ini terdiri dari berbagai partai, antara lain Partai Gerindra, PKS, Demokrat, NasDem, PKB, PAN, PPP, PSI, Garuda, dan Prima.
Dari sisi Dimyati, ia menanggapi dengan sikap santai mengenai pengalihan dukungan yang dilakukan oleh Golkar. "Kami sebenarnya sudah merasakan bahwa pada awalnya tidak ada Golkar yang terlibat. Tiba-tiba kami diundang untuk menerima formulir B1-KWK," ujarnya.
Ia menambahkan, Kami menerima undangan tersebut dan memahami pesan moral di baliknya. Tetapi jika kemudian terjadi perubahan, kami hanya bisa merelakannya.
Dimyati juga menegaskan bahwa sebagai bagian dari Koalisi Banten Maju, mereka tidak merasa terpengaruh oleh keputusan Golkar untuk mengubah arah dukungannya. Sejak awal pembentukan koalisi, Partai Golkar tidak pernah menjadi bagian dari deklarasi dukungan mereka.
Bisa dikatakan kami merasa di-prank. Sebab, seperti yang pernah saya katakan, ya ini seperti sebuah lelucon, imbuh Dimyati.
Sebelumnya, pada Selasa pagi, Partai Golkar memutuskan untuk memberikan dukungan kepada pasangan Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Banten 2024, setelah sebelumnya partai tersebut sempat menyatakan dukungan kepada pasangan Andra Soni dan Dimyati Natakusumah serta memberikan formulir B1-KWK kepada mereka pada tanggal 26 Agustus.
ANTARA
Dinamika Pengalihan Dukungan Golkar dalam Pilkada Banten 2024
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Komentar (0)
Memuat komentar…







