**Borneonews - Jakarta**, Kepala Departemen Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus Perlindungan Konsumen dari Bank Indonesia (BI), Anastuty Kusumowardhani, mengungkapkan bahwa penerapan teknologi digital mempunyai potensi besar untuk meningkatkan efisiensi serta memperluas akses pasar bagi sektor UMKM.
Dalam pernyataannya pada lokakarya bertajuk *Strategi Go-Digital UMKM Zaman Now* di Jakarta, beliau menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital sangat memungkinkan UMKM untuk tidak hanya memperbesar efektivitas operasional, tetapi juga memperluas jangkauan pasar mereka. Hal ini, menurutnya, dapat berkontribusi pada peningkatan daya saing serta merangsang UMKM untuk bertransformasi dari kategori mikro ke arah yang lebih mapan dan kompetitif.
Anastuty juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam ekonomi Indonesia. Saat ini, sektor ini memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi mencapai 64 persen, serta menyuplai 15,65 persen dari total ekspor non-migas. Tercatat, saat ini terdapat sekitar 65,5 juta UMKM yang beroperasi, yang merupakan 99 persen dari total unit usaha di tanah air. Kontribusi sektor ini dalam penyerapan tenaga kerja cukup besar, mencapai 96,92 persen dari total tenaga kerja nasional, di mana sekiar 80 persennya diisi oleh perempuan.
Berdasarkan kontribusi yang sedemikian besar, kita tidak dapat meragukan bahwa UMKM memiliki peranan sentral dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, imbuhnya.
Selanjutnya, Anastuty merujuk pada sebuah jurnal yang menyebutkan bahwa penerapan *digital technology* dapat membawa dampak positif, seperti peningkatan efisiensi dan produktivitas, yang akan memungkinkan UMKM untuk naik kelas ke bentuk usaha yang lebih tangguh serta kompetitif, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Data terkini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM dapat meningkatkan nilai tambah hingga 25 persen dan produktivitas sebesar 17 persen. Penelitian lain menyoroti bahwa transformasi digital tidak hanya memacu pertumbuhan produktivitas, tetapi juga menekan biaya transaksi yang memungkinkan integrasi ke dalam pasar global serta memperlancar akses ke sumber pendanaan dan layanan pemerintah.
Anastuty menilai bahwa digitalisasi UMKM di Indonesia memiliki potensi yang sangat signifikan. Menurut informasi dari Asosiasi E-Commerce Indonesia, sekitar 25,3 juta UMKM, atau setara dengan 39 persen, telah bergabung dalam saluran *e-commerce* pada tahun 2023.
Di samping itu, penerapan sistem QRIS terus menunjukkan kemajuan yang pesat, khususnya di kalangan merchant UMKM. Per akhir Mei 2024, sebagian besar transaksi QRIS diketahui berasal dari merchant UMKM, mencapai total 390,14 juta transaksi atau sekitar 75 persen dari keseluruhan transaksi dengan nilai mencapai Rp32,86 triliun, yang merupakan sekitar 74 persen dari total nilai transaksi QRIS.
ANTARA
Penerapan Teknologi Digital Mendorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Tolak Ajakan Berkelahi, Siswa SMP di Banjarmasin Tetap Dipaksa hingga Tersungkur
Komentar (0)
Memuat komentar…







