BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Rusliansyah mendukungkeinginan Pemerintah Kota Palangka Raya memiliki sejumlah rumah singgah tambahan. Ini untuk menambah pelayanan atau penanganan bagi warga yang kebetulan kurang beruntung, agar mampu berusaha seperti orang pada umumnya.

“Kalau tujuannya untuk menambahrumah singgah yang ada demi kepentingan menangani persoalan warga yang kurangberuntung tadi menjadi lebih berdaya tentu kami setuju agar diperbanyak. Bukanjustru tidak ditambah sepeerti dikatakan Dinsosnaker,” kata anggota DPRD Palangka Raya, Rusliansyah.

Kepada Borneonews, Senin (4/7/2017), politisi Partai Golkar itu mengatakan setuju kalau tujuannya untuk menambah fasilitas layanan. Namun, ada satu syarat agar rumah singgah itu bermultiguna, yakni tidak hanya membangun tetapi tidak dikembangkan atau bahkan tidak dipelihara tentu disayangkan. Sehingga akhirnya hanya sebatas seonggok bangunan.

Ia hanya mengingatkan, fungsi rumah singgah tentu akan sangat banyak jika dikaitkan dengan antisipasi dampak sosial seperti pascapenanggulangan bencana. Sebagai contoh ketika ada bencana kabut asap, sejumlah tempat akhirnya menjadi rumah singgah dadakan lantaran minimnya rumah singgah yang dimiliki.

Sebelumnya, muncul pernyataan berbeda dalam menanggapi keinginan menambah rumah singgah yang diupayakan dari bantuan pihak ketiga. Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia, ingin rumah singgah ditambah, tetapi pihak Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, tidak.

Wali Kota Palangka Raya, Riban Satia mengatakan, dengan banyaknya unit rumah singgah, banyak warga yang memiliki keterbatasan, kurang mampu lalu meminta-minta bisa ditampung dan dilatih dalam rumah singgah sebelum akhirnya dilepas lagi. Mereka yang kurang beruntung biar diberikan keterampilan khusus sehingga ketika dilepas bisa berdaya dan berdikari seperti masyarakat pada umumnya.

Namun, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Palangka Raya, Ahmad Fauliansyah mengatakan, kota ini tidak terlalu membutuhkan rumah singgah. Pasalnya, justru kemanfaatannya kurang dan hanya menguntungkan atau dimanfaatkan gelandangan dan pengemis (gepeng) saja. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).