JAKARTA –
**Borneonews - Moskow**, Para ilmuwan telah berhasil mengembangkan sebuah alat yang menggunakan kecerdasan buatan, yang dikenal sebagai *Artificial Intelligence Nucleus* (AINU). Alat ini memiliki kemampuan untuk membedakan antara sel yang abnormal dan sel yang normal, sehingga dapat berfungsi dalam deteksi kanker serta berbagai penyakit menular lainnya. Informasi ini dipublikasikan dalam sebuah artikel di jurnal *Nature Machine Intelligence* pada hari Selasa. Menurut peneliti, metode yang dikembangkan ini dapat digunakan untuk mendeteksi sel-sel yang terinfeksi virus dalam darah atau jaringan pada tahap awal pasca-infeksi. Hal ini memiliki implikasi yang signifikan, khususnya di bidang imunologi dan virology. Selain itu, peneliti mengindikasikan bahwa alat ini juga dapat mengidentifikasi sel kanker, termasuk kemungkinan sel-sel metastasis, di antara sel-sel ganas dalam spesimen manusia. Artikel tersebut juga menyoroti pentingnya inovasi ini dalam mempercepat proses diagnosis dan terapi di bidang pengobatan regeneratif, virologi, serta biologi kanker. Proyek pengembangan alat ini merupakan hasil kolaborasi antara tim ilmuwan dari Spanyol dan China. Namun, para peneliti menyatakan bahwa terdapat beberapa keterbatasan yang masih perlu diatasi sebelum teknologi ini dapat diterapkan dalam uji coba atau digunakan dalam setting klinis. Ketersediaan alat ini untuk manfaat lebih lanjut dalam pengobatan masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut. ANTARA