JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Anastuty Kusumowardhani, menekankan bahwa penerapan *digital mindset* merupakan faktor krusial dalam upaya transformasi digital yang diperlukan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat beradaptasi dengan era digital dan meningkatkan kelas usahanya. Dalam sebuah lokakarya bertajuk Strategi Go-Digital UMKM Zaman Now yang diselenggarakan di Jakarta pada malam hari, Anastuty menjelaskan bahwa untuk melakukan transformasi digital, pola pikir pelaku UMKM harus bersifat adaptif terhadap perkembangan teknologi yang terus menerus berlangsung. Ini mencakup kemampuan untuk mempelajari inovasi baru serta memanfaatkan berbagai teknologi yang tersedia. Menurutnya, semua ini merupakan kunci utama untuk kesuksesan UMKM dalam meraih peningkatan kelas usaha. Anastuty juga menyampaikan prediksi bahwa ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai 110 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2025, dengan *e-Commerce* sebagai pendorong utama pertumbuhan tersebut. Ada beberapa faktor yang mendukung proyeksi optimis ini, di antaranya adalah adanya akselerasi dalam akses internet, peningkatan penggunaan smartphone, serta berbagai inisiatif dari pemerintah dan sektor swasta untuk membantu proses transformasi digital. Data yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2024, penetrasi internet di Indonesia diperkirakan mencapai 79,5 persen. Meskipun demikian, perlu dicatat bahwa tidak semua wilayah di Indonesia memiliki akses internet yang memadai. Anastuty berharap agar semua pihak dapat terus bekerja sama dalam mendukung transformasi digital UMKM. Dia juga menekankan pentingnya memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM untuk menghadapi tantangan yang timbul akibat perubahan yang cepat dalam dunia digital. Dia menambahkan, dengan dukungan yang tepat, UMKM yang berperan sebagai pilar utama perekonomian Indonesia dapat berkembang dengan lebih kuat dan bersaing baik di pasar domestik maupun internasional. ANTARA