JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia telah mempersiapkan peluncuran Program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) untuk tahun 2024. Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan bagi para penerima zakat atau mustahik, terutama dalam konteks renovasi rumah yang tidak memenuhi syarat layak huni di tanah air. Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menjelaskan bahwa program ini memiliki makna strategis. Ia menekankan pentingnya kehadiran Baznas di tengah-tengah mustahik yang sangat membutuhkan bantuan. Sejak awal diluncurkan pada tahun 2021, Baznas telah berhasil merenovasi sebanyak 2.429 rumah yang sebelumnya tidak layak huni. Dalam proses tersebut, sebanyak 12.145 orang menerima manfaat dari program ini, berkat kerjasama antara Baznas di tingkat provinsi, kabupaten, kota, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia. Noor melanjutkan bahwa saat ini, Baznas telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 18.800 pihak, dan Baznas pusat telah memberikan bantuan ke seluruh 30 provinsi di Indonesia. Ini menunjukkan komitmen Baznas untuk menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Untuk tahun ini, Baznas menargetkan renovasi sebanyak 1.000 rumah layak huni. Kerja sama dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berkontribusi dalam penyediaan 150 unit, Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebanyak 20 unit, serta LAZ dan Baznas provinsi/kabupaten/kota yang masing-masing menyuplai 100 unit dan 619 unit. Baznas RI sendiri menyumbangkan 111 unit dari total tersebut. Noor juga menyatakan bahwa upaya ini merupakan bagian dari peran penting Baznas dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan derajat masyarakat, terutama yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem. Menurutnya, banyak dari mereka yang membutuhkan bantuan perbaikan rumah termasuk dalam kelompok masyarakat yang tergolong miskin ekstrim. Program ini tidak hanya mendapatkan sambutan positif dari stakeholder perzakatan di Indonesia, tetapi juga mendapat perhatian internasional, termasuk dari negara seperti Malaysia dan Mesir, yang tercengang oleh dampak positif yang bisa dihasilkan dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Dengan inisiatif ini, diharapkan Baznas akan terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menjadi mitra utama pemerintah dalam menjalankan berbagai program pengentasan kemiskinan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. ANTARA