BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh baru-baru ini mengumumkan bahwa satu pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota mendaftar melalui jalur independen untuk pemilihan kepala daerah di Banda Aceh pada tahun 2024. Pasangan tersebut terdiri dari Zainal Arifin dan Mulia Rahman. Pendaftaran pasangan ini dilakukan di Kantor KIP Kota Banda Aceh pada hari Selasa. Zainal Arifin, yang lebih dikenal dengan sebutan Chek Zainal, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Banda Aceh selama dua periode, yakni 2014-2017 dan 2017-2022. Sementara itu, Mulia Rahman diketahui merupakan Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh. KIP Banda Aceh juga telah mengonfirmasi bahwa Zainal Arifin dan Mulia Rahman telah memenuhi syarat dukungan yang ditetapkan, yaitu sebanyak 9.130 dukungan dalam bentuk fotokopi KTP, sementara syarat minimal yang diperlukan adalah 7.787 dukungan. Penyaluran dukungan ini telah berlangsung di lebih dari 50 persen kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh. Yusri Razali, perwakilan dari KIP, menjelaskan bahwa hasil dari proses verifikasi akan menilai kelayakan pasangan ini. Jika dinyatakan memenuhi syarat, mereka akan melanjutkan ke tahap pendaftaran resmi dan kemudian diwajibkan mengikuti tes kesehatan serta uji kemampuan membaca *Al Quran*. Dalam kesempatan tersebut, Zainal Arifin menyampaikan bahwa jika terpilih pada Pilkada 2024, bersama Mulia Rahman, mereka berkomitmen untuk memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menambahkan bahwa program prioritas mereka akan meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan nilai jual produk kuliner, serta pengembangan sektor perikanan yang berorientasi pada ekspor. Zainal menjelaskan bahwa kepemimpinan yang akan mereka jalankan nanti akan berfokus pada aspek ibadah, bukan sekadar politik. Pilkada di Kota Banda Aceh akan dilaksanakan secara bersamaan dengan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada 27 November 2024. Pilkada ini juga dilaksanakan serentak dengan pemilihan di seluruh wilayah Indonesia. ANTARA