JAKARTA –
**Borneonews - [Moskow]** Spanyol akan memberikan sumbangan sebesar 20 persen dari total stok vaksin *mpox* (cacar monyet) kepada negara-negara di Afrika, khususnya di wilayah yang saat ini tengah mengalami penyebaran wabah tersebut. Kementerian Kesehatan Spanyol mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan situasi kesehatan yang semakin mengkhawatirkan di kawasan itu. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, ditegaskan bahwa Spanyol telah menginformasikan kepada Komisi Eropa mengenai rencana mereka untuk menyumbangkan 100.000 botol vaksin. Jumlah ini setara dengan sekitar 500.000 dosis vaksin yang siap pakai. Pemerintah Spanyol juga mendesak Komisi Eropa untuk menyebarkan himbauan bagi negara-negara anggota lainnya agar turut menyumbangkan 20 persen dari stok vaksin yang dimiliki. Hal ini dinilai sangat penting untuk menanggulangi situasi yang sedang berlangsung saat ini. Kementerian Kesehatan Spanyol menyoroti perlunya distribusi vaksin secara efektif, mengingat bahwa menimbun vaksin di daerah yang tidak membutuhkan secara mendesak akan berdampak buruk pada upaya penanganan wabah. Di awal bulan Agustus, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah *mpox* di Afrika telah ditetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian internasional. Cacar monyet, yang dikenal dengan istilah ini, merupakan penyakit menular yang tergolong langka dan dapat menular antar manusia, meskipun sering kali kasus yang terjadi bersifat ringan. Umumnya, pasien yang terinfeksi *mpox* akan pulih dalam waktu beberapa minggu. Namun, ada kemungkinan beberapa individu dapat mengalami komplikasi. Gejala awal dari infeksi ini mencakup demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil, dan kelelahan. Selain itu, akan muncul ruam yang biasanya mulai dari wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Upaya Spanyol dalam menyumbangkan vaksin diharapkan dapat membawa dampak positif dalam mengatasi wabah yang tengah melanda Afrika dan memberikan kontribusi dalam memperkuat kesehatan masyarakat di tingkat global. ANTARA