JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta semakin memperkuat upaya pencegahan terhadap penipuan dan praktik judi yang dilakukan secara daring atau *online*, khususnya yang melibatkan pegawai di lingkungan instansi tersebut. Langkah tersebut diambil melalui penyelenggaraan sosialisasi mengenai pengamanan data siber. Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta, R. Andika Dwi Prasetya, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memiliki tujuan yang sangat penting, yakni untuk melindungi data pribadi pegawai serta mencegah berbagai jenis penipuan. Ia menegaskan bahwa judi daring saat ini semakin marak dan menjadi isu yang perlu diwaspadai. Sosialisasi yang berlangsung di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Selatan ini bertujuan untuk memperkuat pengamanan data pribadi serta meningkatkan kesadaran semua pegawai mengenai ancaman penipuan dan judi daring. Selain itu, acara ini juga menyampaikan informasi terkini dan strategi praktis untuk mengatasi tantangan yang berkaitan dengan keamanan siber. Andika menekankan bahwa perlindungan terhadap data siber merupakan prioritas utama, terutama di era digital saat ini. Dalam kesempatan yang sama, Sandiman Ahli Muda dari Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat, RM Ival Tirta Kusumah, mengingatkan bahwa ada berbagai ancaman siber yang terus berkembang. Ia mencatat beberapa jenis ancaman tersebut, di antaranya *malware*, *phishing*, *cryptojacking*, kebocoran data (*data breach*), *web defacement*, serta serangan *DDoS*. Peserta sosialisasi diberikan pemahaman mendalam mengenai langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengamankan data siber dan mencegah penipuan serta judi daring. Berbagai strategi antisipatif dan pencegahan insiden siber disampaikan melalui penerapan standar keamanan, terutama dalam aspek teknologi informasi. Pentingnya peningkatan pengetahuan mengenai keamanan informasi juga ditekankan dalam acara tersebut. Hal ini dianggap krusial untuk meminimalisir kesalahan atau kekurangtahuan dari para pemangku kepentingan, seperti pembuat kebijakan, pengembang, pengguna, dan pihak lainnya yang terlibat. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pegawai dapat lebih waspada dan proaktif dalam melindungi data pribadi mereka. Melalui upaya deteksi dini dan pencegahan, mereka diharapkan dapat menghindari dan melawan berbagai bentuk penipuan serta perjudian daring secara efektif. ANTARA