JAKARTA –
**Borneonews - Ankara**, Seruan yang disampaikan oleh kepala otoritas keamanan Israel, Itamar Ben-Gvir, untuk membangun sebuah sinagoge di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem telah menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatifnya terhadap stabilitas baik di tingkat regional maupun global. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan resmi. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki menggarisbawahi bahwa ucapan Menteri Keamanan Nasional Israel tersebut mencerminkan sebuah upaya yang berbahaya untuk mengubah status serta identitas Yerusalem dan lokasi-lokasi suci di dalamnya. Penetapan ide tersebut sebagai agenda menjadi sangat mengkhawatirkan bagi kesejahteraan semua pihak yang terlibat, khususnya umat Muslim. Lebih lanjut, kementerian tersebut menyoroti bahwa serangan yang terus-menerus dilancarkan oleh Israel terhadap rakyat Palestina berpotensi semakin memperburuk situasi dan membuat ketegangan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Setiap hari, tindakan ini dinilai semakin mengancam stabilitas tidak hanya di kawasan tersebut tetapi juga di seluruh dunia. Turki juga mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan tegas guna menghentikan serangan Israel di Jalur Gaza dan memberikan perlindungan bagi rakyat Palestina. Tindakan yang berlandaskan pada hak asasi manusia ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang ada serta mendukung keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang juga dikenal dengan nama Haram al-Sharif oleh umat Islam, merupakan situs ketiga terpenting dalam agama Islam. Meskipun saat ini warga Yahudi diizinkan untuk mengunjungi tempat tersebut, larangan beribadah di lokasi suci itu tetap diberlakukan. Larangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya ketegangan yang lebih lanjut antara komunitas Yahudi dan Muslim di daerah tersebut, yang memiliki nilai sejarah dan religius yang sangat tinggi bagi kedua belah pihak. ANTARA