**Borneonews - Rangkasbitung**, Kasus penyakit demam berdarah dengue (*DBD*) di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, selama semester pertama tahun 2024, mencapai angka 2.371 orang. Dari jumlah tersebut, delapan individu dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini.
Kepala Pelaksana Harian Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Budi Mulyanto, menyampaikan bahwa pergerakan penyebaran kasus DBD mengalami peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2023, yang hanya mencatatkan sebanyak 764 kasus. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Dalam upaya memerangi penyebaran DBD, Pemerintah Kabupaten Lebak mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan program pemberantasan sarang nyamuk (*PSN*) dengan menerapkan langkah-langkah 3M, yaitu mengubur, menguras, dan menutup barang-barang bekas. Langkah ini diharapkan dapat membunuh jentik nyamuk *Aedes aegypti*, yang merupakan penyebab utama DBD di wilayah tersebut.
Budi Mulyanto menambahkan, kewaspadaan terhadap kasus DBD harus tetap ditingkatkan, terutama memasuki musim kemarau yang panjang, di mana kondisi genangan air dapat terjadi pada barang-barang bekas dan wadah-wadah seperti pot atau kolam. Situasi ini menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi perkembangbiakan jentik nyamuk.
Dengan menerapkan kegiatan *PSN* melalui langkah 3M dan menaburkan bubuk larvasida di tempat-tempat yang berpotensi menampung air, diharapkan dapat memutus rantai penularan penyakit DBD. Kami meminta warga untuk memaksimalkan partisipasi dalam kegiatan *PSN* guna memutuskan penularan DBD kepada orang lain, ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (*PHBS*). Lingkungan yang tidak terawat dan kotor dapat mempercepat penyebaran penyakit DBD. Contoh kondisi yang perlu diperhatikan adalah drainase yang tidak baik serta pengelolaan barang-barang bekas yang tidak dibersihkan.
Budi menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penularan DBD dengan melaksanakan program *PSN*. Jika masyarakat mengalami demam, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Penting untuk diingat, masa kritis bagi penderita DBD terjadi saat suhu tubuh mulai turun setelah mengalami demam. Hal ini harus diwaspadai agar tidak berkembang menjadi DBD berat atau *dengue shock syndrome*, terutama jika penurunan trombosit mencapai di bawah 50.000 serta terjadi kenaikan hematokrit. Jika demam lebih dari dua hari, segera cari pengobatan medis, tutupnya.
ANTARA
Kasus DBD di Lebak Meningkat, 2.371 Terjang Penyakit Ini
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenag Kotim Tawarkan Korban Perundungan Pindah ke Madrasah Negeri Gratis
Gol Menit Akhir Dianulir VAR, Juventus Ditahan Rennes 2-2
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Komentar (0)
Memuat komentar…







