SEMARANG –
**Borneonews - Solo** Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Surakarta menginformasikan bahwa KGPAA Mangkunegara X, yang lebih dikenal sebagai Gusti Bhre, telah memutuskan untuk mundur dari pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surakarta 2024. Sekretaris DPD Partai Golkar Surakarta, Taufiqurahman, menyebutkan bahwa pengumuman mengenai keputusan Gusti Bhre tersebut disampaikan dalam pertemuan partai yang berlangsung pada hari Selasa. Ia menjelaskan bahwa informasi tentang pengunduran ini terasa mengejutkan dan cukup cepat. Terkait alasan di balik keputusan mundurnya Gusti Bhre, Taufiqurahman mengaku tidak memiliki informasi yang pasti. Namun, ia menduga bahwa pertimbangan yang mendasari keputusan tersebut bersifat pribadi dan berkaitan dengan keluarga. "Untuk lebih jelasnya, sebaiknya langsung tanyakan kepada Gusti Bhre," ungkapnya. Dengan mundurnya Gusti Bhre, koalisi besar tersebut dihadapkan pada kebutuhan untuk merestrukturisasi strategi pencalonan. Dalam diskusi yang diadakan setelah pengumuman tersebut, para pemimpin partai akhirnya sepakat untuk mengusulkan Respati Ardi, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), sebagai pengganti Gusti Bhre. Taufiqurahman menambahkan, keputusan untuk menunjuk Respati Ardi sebagai kandidat wali kota berlangsung sangat cepat, bahkan hanya dalam waktu satu malam. Semua rekomendasi dari enam partai politik dalam koalisi tersebut juga telah disetujui. "Koalisi tetap berjalan dengan figur Mas Respati dan Mbak Astrid," ujarnya. Koalisi ini terdiri dari enam partai politik yang memiliki kursi legislatif, yaitu Gerindra, Golkar, PSI, PAN, PKS, dan PKB. Taufiqurahman juga menjelaskan bahwa pemilihan Respati Ardi sebagai calon bukanlah kebetulan, mengingat ia memiliki latar belakang sebagai politisi di Partai Gerindra dan Partai Golkar sebelumnya. "Kami sepakat untuk menjaga hubungan di antara enam partai ini agar tetap solid," tegasnya. Pasangan calon baru yang terdiri dari Respati Ardi dan Astrid direncanakan untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta pada hari Kamis, 29 Agustus. Meskipun Gusti Bhre telah mundur dari pencalonan, pihak koalisi berharap agar ia tetap berperan dalam mendukung pemenangan pasangan Respati dan Astrid. ANTARA