**Borneonews - Mataram**, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin menyadari bahwa perkembangan pesat dalam industri pariwisata, yang menarik perhatian berbagai wisatawan baik domestik maupun mancanegara, dapat mengancam eksistensi budaya lokal di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Aidy Furqan, menekankan pentingnya kurikulum muatan lokal yang berfokus pada pembelajaran seni dan budaya daerah. Menurutnya, kurikulum ini menjadi benteng yang efisien dalam melindungi generasi muda dari pengaruh budaya luar yang tidak sesuai dengan kearifan lokal.
"Kurikulum muatan lokal yang mencakup Suku Sasak, Suku Samawa, dan Suku Mbojo adalah salah satu langkah strategis yang kami lakukan," jelas Aidy dalam sebuah pernyataan di Mataram. Ia mengungkapkan bahwa para siswa di sekolah-sekolah di NTB diberikan pendidikan dan pemahaman mendalam mengenai budaya yang ada dalam tiga suku utama tersebut.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB juga menerapkan Program Sabtu Budaya. Program ini dilaksanakan setiap hari Sabtu pada jam pelajaran pertama dan kedua, di mana sekolah-sekolah dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menampilkan berbagai atraksi kebudayaan lokal.
Pemprov NTB meluncurkan Program Sabtu Budaya di SMA Negeri 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, pada tanggal 30 Agustus 2021 dan program ini masih berlangsung hingga saat ini. Aidy mengungkapkan, "Sabtu Budaya bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak tidak ketinggalan dalam memahami seni dan budaya lokal, agar mereka tidak lebih mengenal budaya luar."
Lebih jauh, Aidy menjelaskan bahwa posisi geografis NTB yang berdekatan dengan Bali menjadikan provinsi ini sebagai calon kuat untuk menarik wisatawan baru. Ia menyoroti bahwa kondisi pariwisata di Bali yang mulai jenuh akibat kemacetan dan keramaian membuat pemerintah pusat mencari alternatif tujuan wisata baru di sekitar Bali, dan Pulau Lombok menjadi satu di antara pilihan yang paling berpotensi.
"Kami menyadari situasi tersebut, sehingga langkah-langkah kebijakan kami dituangkan dalam Peraturan Daerah Pemajuan Kebudayaan NTB serta dukungan dari Dewan Kebudayaan NTB," pungkas Aidy.
ANTARA
Upaya Pemprov NTB Lindungi Budaya Lokal di Era Pariwisata
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Komentar (0)
Memuat komentar…







